Jumat, 24 Oktober 2014

PTDI jajaki pinjaman konsorsium bank bumn

| 2.351 Views
id ptdi, penjamian ban bumn, direktur ptdi, budi santoso
Empat bank BUMN sudah berkomitmen memberikan pinjaman, dan diharapkan direalisasikan pada triwulan III 2012. Bank-bank BUMN tersebut nantinya akan membentuk konsorsium,"
Jakarta (ANTARA News) - PT Dirgantara Indonesia menjajaki pencarian dana dari empat Bank BUMN, Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Ekspor Indonesia untuk memenuhi modal kerja penyelesaian kontrak pembuatan pesawat.

"Empat bank BUMN sudah berkomitmen memberikan pinjaman, dan diharapkan direalisasikan pada triwulan III 2012. Bank-bank BUMN tersebut nantinya akan membentuk konsorsium," kata Direktur Utama DI, Budi Santoso, usai penandatanganan nota kesepahaman penyelesaian permasalahan aset tanah antara TNI AU dengan PT DI, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Menurut Budi, pinjaman perbankan tersebut merupakan "bridging loan" (pinjaman darurat) sebelum perusahaan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun dari pemerintah.

Meski demikian Budi tidak merinci berapa besar potensi dana pinjaman yang akan diperoleh dari konsorsium Bank BUMN tersebut.

Ia hanya menjelaskan, sambil menunggu pencairan PMN dari APBN tersebut, PT DI sudah bisa mengerjakan sejumlah pesanan pesawat dari sejumlah perusahaan termasuk dari TNI Angkatan Laut.

Budi menambahkan, hingga kini pihaknya membutuhkan dana bagi modal kerja sekitar Rp2,06 triliun yang digunakan antara lain untuk pembelian sejumlah mesin baru agar meningkatkan kapasitas produksi.

"Dengan kapasitas produksi yang meningkat maka PT DI juga siap menyelesaikan order pesanan pesawat," ujarnya.

Menurutnya, pesanan pesawat yang harus diselesaikan dan diserahkan kepada TNI AU pada tahun 2012 yaitu sebanyak 3 unit pesawat CN-295, dari total 9 unit pesawat yang diserahkan hingga tahun 2014.

Selain itu ujar Budi, PT DI juga harus terus memenuhi kontrak memasok komponen-komponen untuk Airbus 320.

"Kami sudah mendapat kontrak memasok komponen Airbus 320 hingga jenis pesawat itu tidak lagi diproduksi," ujarnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, mendorong BUMN industri strategis termasuk PT DI untuk mengupayakan pencarian dana dari pasar.

"Saat ini merupakan momentum bagi BUMN industri strategis untuk menggarap pesanan dari Kementerian Pertahanan untuk pengadaan alutsista. Anggaran Kemenhan untuk TNI sangat besar, saatnya BUMN untuk menggarapnya," ujar Dahlan.
(R017/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga