Jumat, 22 Agustus 2014

Presiden peringati Nuzulul Quran

Selasa, 7 Agustus 2012 21:45 WIB | 4.135 Views
Presiden peringati Nuzulul Quran
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingati malam turunya Al-Quran (Nuzulul Quran) tingkat nasional 1433 Hijriyah/2012 di Istana Merdeka, Selasa malam.

Presiden tiba di tempat acara didampingi Wakil Presiden Boediono bersama istrinya, Herawati Boediono.

Dalam acara tersebut, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Jawa Timur), Imam Suprayogo, memberikan ceramah dengan tema Al Quran membangun peradaban.

Menurut Imam, Al Quran telah dicintai masyarakat Indonesia. Setiap hari dapat diperdengarkan bacaan Al-Quran, lebih-lebih di bulan Ramadhan, taman pendidikan Al Quran tumbuh subur, mushaf Al Quran mudah ditemui.

Namun demikian, ia mengemukakan, kecintaan terhadap Al Quran tersebut belum menjadikan wahyu ilahi tersebut sebagai pegangan dalam menjalankan hidup.

"Al Quran telah dicintai, tapi belum dijadikan pembeda antara yang hak dan yang batil, belum menjadi penjelas, belum menjadi penunjuk," katanya.

Menurut dia, keberislaman seringkali jatuh hanya sebagai kegiatan ritual, yang kemudian memunculkan pembedaan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Agama Islam yang kemudian hanya diidentikan kegiatan ritual semata, dan perbedaan ritual tersebut seringkali kemudian menjadikan gesekan dan konflik. Sementara itu, ia menilai, ilmu pengetahun menjadi tertinggal jauh dari umat lainnya.

Menurut Imam, meski umat Islam di seluruh dunia mencapai 1,7 miliar tau 23 persen dari penduduk dunia, namun saat ini masih menjadi umat yang tertinggal dibandingkan umat lainnya.

Untuk itu, menurut dia, umat Islam perlu kembali kepada Al Quran yang utuh, dan tidak hanya ritual keagamaan, namun juga ilmu pengetahuan, seperti yang telah diamanatkan dalam ayat-ayat suci.

"Manakala Al Quran dipahami secara mendalam, maka umat Islam akan menjadi unggul dan menjadi posisi terdepan. Hal itu pernah dibuktikan dalam sejarah, menjadi umat yang unggul. Karena ilmu agama tidak didikotomikan antara agama dan ilmu umum," katanya menambahkan.
(T.M041*P008/E001)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga