Rabu, 24 September 2014

IMF khawatirkan gejolak politik di Rumania

Rabu, 8 Agustus 2012 02:23 WIB | 2.893 Views
IMF khawatirkan gejolak politik di Rumania
IMF (REUTERS)
Bucharest (ANTARA News) - Dana Moneter Internasional pada Selasa menyuarakan kekhawatirannya atas krisis politik yang sedang berlangsung di Rumania dan mendesak pemerintah kiri-tengah untuk fokus pada reformasi ekonomi.

"Terus terang, kami sedikit khawatir tentang situasi politik dan dampak (nya) pada ekonomi," kata negosiator IMF Rumania Erik de Vrijer selama pertemuan dengan presiden sementara Crin Antonescu, lapor AFP.

"Selama beberapa tahun terakhir Rumania telah membuat kemajuan dalam pemulihan dari krisis keuangan dan ekonomi telah membuat kemajuan dalam menstabilkan inflasi dan situasi anggaran tetapi gejolak saat ini telah mengambil korban pada ekonomi," tambahnya.

Pejabat IMF mengatakan bahwa krisis politik telah menggerogoti kepercayaan investor dan posisi Rumania di pasar keuangan, seperti terlihat dalam depresiasi leu (mata uang) Rumania dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

"Penting bagi pemerintah untuk fokus pada prioritas ekonomi makro, yang berarti mendorong ke depan dengan kebijakan anggaran yang sehat dan dengan reformasi yang akan memungkinkan ekonomi tumbuh lebih cepat dari pada saat ini," tegasnya.

IMF, Uni Eropa dan Bank Dunia memulai sebuah misi ke Rumania Rabu lalu, untuk menilai kemajuan dalam reformasi struktural, privatisasi perusahaan energi dan mengurangi tunggakan perusahaan milik negara.

Perjalanan itu tertunda seminggu dengan harapan bahwa referendum pemberhentian pemerintahan kanan-tengah Presiden Traian Basescu akan membawa krisis politial berakhir.

Tetapi sembilan hari setelah pemungutan suara, masih belum jelas apakah referendum itu valid, sementara pengadilan Konstitusi menunda keputusan terhadap permasalahan ini sampai akhirnya bulan.

Sementara itu analis mengatakan, reformasi sebagian besar telah terhambat sementara investasi asing telah turun ke terendah.

Rumania memperoleh paket penyelamatan 20 miliar euro (25 miliar dolar AS) dari IMF, Uni Eropa dan Bank Dunia pada Mei 2009, dalam pertukaran untuk pemangkasan belanja drastis.

Penghematan membantunya muncul dari dari resesi parah dua tahun.

Pada Maret 2011, IMF dan Uni Eropa setuju untuk memberikan negara Balkan dengan batas kredit baru lima miliar euro untuk ditarik hanya dalam kasus darurat. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca