Jumat, 25 Juli 2014

FBI tangani kasus kebakaran masjid Joplin

Rabu, 8 Agustus 2012 11:24 WIB | 1.955 Views
Jakarta (ANTARA News) - Tiga puluh anggota Biro Penyelidik Federal (FBI) menyelidiki penyebab kebakaran masjid di pinggiran kota Missouri Senin dini hari waktu AS.

FBI dan pengelola masjid itu tidak mau berspekulasi tentang penyebab kebakaran Islamic Society of Joplin di negara bagian Missouri, yang habis tak menyisakan apapun itu.

“Kami menurunkan sejumlah petugas di sini untuk berupaya menemukan petunjuk apapun yang akan membantu kami menentukan penyebab kebakaran tersebut,” ujar Kepala FBI Kansas City Michael Kaste seperti dikutip VOA.

Sementara Imam Lahmuddin, pria asal Indonesia yang menjadi pemimpin masjid itu mengatakan pihaknya dan polisi tidak mau berspekulasi tentang penyebab kebakaran masjid yang mayoritas jamaahnya berasal dari Pakistan dan Indonesia ini.

“Karena dalam insiden kali ini, semua barang terbakar dan tidak ada barang bukti sedikit pun. Kalau yang dulu kami punya rekaman CCTV dan wajah orang yang mencoba membakar terekam di kamera, jadi kami bisa langsung mengatakan 'ini orang yang mencoba membakar masjid," kata Lahmudian dalam wawancara dengan VOA.

Dia dikabari soal kebakaran itu oleh kantor Sherrif setempat menjelang sahur Senin dini hari.  Ia sangat terkejut masjid yang dikelolanya sudah habis tak tersisa.  

Warga sekitar lokasi berusaha memadamkan api sebisanya, tapi mereka gagal, katanya.

Lahmuddin tidak menyangka masjid yang pernah akan dibakar seseorang beberapa waktu itu mengalami kebakaran.

"Saya masih berharap itu bukan dari masjid.  Tapi… ah… setelah sampai di tempat, api memang sudah membubung tinggi dan semua atap masjid sudah ditutupi api,” katanya.

Dia merasa terobati kesedihannya oleh begitu banyak simpati kepadanya, termasuk dari pemimpin gereja dan sinagog dari negara bagian Missouri dan Kansas City.  Mereka bahkan menawari kaum muslim tempat agar bisa kembali beribadah, khususnya pada Ramadan ini.

Dewan hubungan Amerika Islam (CAIR) hari Senin menawarkan 10.000 dolar AS  (Rp90 juta) bagi siapa saja yang bisa memberi informasi penyebab kebakaran di masjid Joplin ini, sedangkan Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad mengimbau umat Muslim untuk waspada.

CAIR juga mendesak aparat meningkatkan keamanan tempat-tempat ibadah, khususnya masjid dan kuil, terlebih insiden kebakaran ini hanya satu hari setelah penembakan di kuil Sikh Wisconsin yang menewaskan tujuh orang, termasuk pelakunya.  (*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca