Selasa, 30 September 2014

Korban banjir di Manila bertambah

Rabu, 8 Agustus 2012 13:51 WIB | 2.714 Views
Korban banjir di Manila bertambah
Anak-anak bermain di jalanan yang terendam banjir di Las Pinas, Metro Manila, Filipina, Selasa (7/8). Hujan muson telah mengakibatkan banjir di ibukota Filipina dan beberapa provinsi di sekitarnya, memaksa pemerintah untuk menutup sekolah, kantor pemerintah dan swasta, serta pasar uang sementara petugas penyelamat darurat bergegas untuk memindahkan ribuan orang ke tempat yang lebih tinggi. (REUTERS/Erik De Castro)
Manila (ANTARA News) - Korban banjir di Manila bertambah menjadi 16 jiwa, kata pejabat setempat.

Lebih dari 80.000 orang kini berada di penampungan darurat karena hujan deras menggenangi dataran rendah.

Presiden Benigno Aquino telah meminta kerja sama rakyat Filipina, memperingatkan bahwa pemerintah tidak memiliki kemampuan tak terbatas untuk mengatasi bencana alam.

Tentara dan regu penyelamat menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di rumah mereka. Tetapi beberapa korban menolak meninggalkan rumah karena takut barang-barang mereka dijarah.

"Banjir mempengaruhi semua orang  di sini. Meski rumah Anda tidak tergenang, rumah kami tidak, jalanan banjir dan jalanan di Manila banyak yang tidak dapat dilewati. Orang-orang terjebak," kata warga Australlia yang tinggal di Manila Julia Green kepada BBC.

"Semua bisnis ditutup, kecuali gerai 7-11 dan beberapa toko lainnya. Persediaan semua orang kini cukup menipis, jadi Anda harus bangun pagi-pagi dan menerjang hujan untuk mendapat makanan," tambahnya.

Ia juga mengatakan hujan deras turus semalam tapi kini sudah mereda dan orang-orang sudah keluar rumah.

Pejabat setempat sudah memperingatkan akan ada hujan lagi dan agar orang-orang mengutamakan keselamatan mereka.

Manila dan Filipina bagian utara dilanda cuaca buruk sejak badai topan Saola menyerang seminggu yang lalu. Badai itu menewaskan lebih dari 50 orang.

Pemerintah Filipina kini lebih siap dibanding bencana badai lalu. Menurut koresponden BBC, sepuluh ribu orang telah dievakuasi.

Hujan dan banjir di Filipina saat ini disebut sebagai yang terburuk sejak 2009. Tetapi, biro cuaca mengatakan cuaca mungkin akan membaik minggu depan.

September 2009, badai topan Ketsana menyerang Filipina hingga menyebabkan banjir dan membunuh lebih dari 400 orang. Dua tahu kemudian, Nestat dan Nalgae menelan 100 korban jiwa.
(nta)

Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga