Kamis, 28 Agustus 2014

Kontraktor militer bekas Blackwater didakwa jual senjata

Rabu, 8 Agustus 2012 15:30 WIB | 2.703 Views
Kontraktor militer bekas Blackwater didakwa jual senjata
Beberapa personel kontraktor militer Blackwater melapis blok pertahanan satu regu tentara Amerika Serikat di Irak. Keberadaan mereka dalam medan pertempuran sering digugat karena mereka bukan tentara atau milisi; Konvensi Wina 1939 tidak mengatur hal ini. (burjo.files)

Washington (ANTARA News) - Academi LLC, kontraktor militer yang dulu bernama Blackwater Worldwide, setuju membayar denda sebesar 7,5 juta dolar AS guna menyelesaikan dakwaan pelanggaran penjualan senjata dan dakwaan lain, Selasa.


Kesepakatan itu, dinyatakan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, yang diajukan di Pengadilan Wilayah AS di New Bern, North Carolina, mencakup penjualan secara tidak sah telepon satelit di Sudan, pelatihan militer secara tidak sah kepada pemerintah asing termasuk Kanada, kepemilikan secara tidak sah senjata otomatis, dan pelanggaran lain.


Penjualan dan pelatihan yang menjadi masalah terjadi dari 2005 sampai 2008 dan tidak memiliki pengesahan Departemen Luar Negeri serta Departemen Keuangan Amerika Serikat, sebagaimana diwajibkan hukum, kata jaksa penuntut.


Eksistensi kontraktor militer dalam banyak operasi militer Amerika Serikat dan Barat sering dilanggengkan. Pemerintah negara-negara itu secara resmi tidak mengakui memakai jasa mereka namun anggaran perang banyak dikucurkan untuk para kontraktor militer itu.


Dalam theater perang Irak dan Afghanistan, kontraktor militer Amerika Serikat, semisal Blackwater, menyumbang personel hampir sama banyak dengan tentara reguler. Salah satu syarat menjadi anggota kontraktor militer (sering disamakan dengan mercenaries alias tentara bayaran) adalah bekas personel pasukan-pasukan elit.


Mereka sering mendapat tugas khusus yang tidak kalah canggih dan rumit dibanding personel militer sesungguhnya, mengawal para VIP, hingga mengawal dan mengamankan barak-barak militer, atau intelijen dan kontra intelijen.


Academi LCC mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut, dengan menandatangani apa yang dikenal sebagai kesepakatan penangguhan hukuman dengan Departemen Kehakiman, demikian laporan Reuters.


Kesepakatan itu berarti Academi LL takkan menghadapi hukuman atas 17 dugaan tuntutan selama perusahaan itu memenuhi ketentuan pemeriksaan dan mematuhi pembatasan ekspor.


Sebagai satu perusahaan kontraktor keamanan buat pemerintah AS di Irak, Blackwater menjadi sasaran pemeriksaan internasional. Pada Maret 2004, empat penjaga keamanannya disergap dan tewas, dan dua mayat mereka digantung di satu jembatan di Fallujah, Irak.


"Perusahaan ini jelas melanggar hukum AS dengan mengekspor data teknis sensitif ke satu negara tuan rumah di seluruh dunia," kata Brock Nicholson, agen khusus yang bertugas dalam penyelidikan Pelaksana Beacukai dan Imigras AS di North Carolina dan dua negara bagian lain, di dalam satu pernyataan tertulis.


Academi LLC, yang dioperasikan swasta, dulu berpusat di North Carolina dan masih memiliki instalasi besar pelatihan di sana. Juru bicara bagi Academi tersebut mengatakan perusahaan itu akan segera menyiarkan pernyataan. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca