Selasa, 2 September 2014

PNS DKI dilarang tambah cuti usai Lebaran

Rabu, 8 Agustus 2012 20:22 WIB | 2.748 Views
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengimbau pegawai tidak mengambil cuti lanjutan usai libur perayaan Idul Fitri 1433 H.

Imbauan tersebut bertujuan agar pelayanan masyarakat berjalan lancar usai libur lebaran. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI mendapatkan libur Lebaran selama lima hari yakni dari 18--22 Agustus.

"Imbauan tersebut dikecualikan bagi PNS yang sakit dan memerlukan perawatan kesehatan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Budhiastuti kepada wartawan, Rabu.

Ia mengatakan, instruksi kepada para PNS telah disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan.

"Libur PNS akan dimulai pada 18 Agustus. Sedangkan, pada 17 Agustus para PNS diwajibkan mengikuti apel yang diadakan di Monas, Jakarta Pusat," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak serta merta langsung menolak permohonan cuti terusan yang diajukan pegawai usai libur Lebaran.

Namun, Pemprov DKI akan melihat terlebih dahulu kepentingannya. "Jika berkaitan kesehatan dan memerlukan perawatan yang panjang, Pemprov DKI akan mengizinkan permohonan cuti tersebut," katanya.

"Penerapan tergantung kebijakan pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) masing-masing, jika alasan kesehatan bisa saja diberikan," jelasnya.

Budhiastuti mengimbau, pegawai yang masih memiliki jatah cuti hendaknya diambil setelah Lebaran dan tidak berkaitan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah.

Adapun sanksi yang dikenakan kepada PNS yang masih membandel dan sengaja memperpanjang cuti, berupa sanksi kepegawaian.

"Selain pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), juga akan diberikan teguran atau peringatan tertulis. Surat teguran tersebut akan berdampak dalam pengembangan karirnya," ujarnya.
(ANT-306)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga