Sabtu, 20 Desember 2014

Mendag : 2030 Indonesia lima besar ekonomi terkuat

| 5.864 Views
id ekonomi,investasi,Pertumbuhan Ekonomi, menteri perdagangan, gita wirjawan
Mendag : 2030 Indonesia lima besar ekonomi terkuat
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (ANTARA)
Dalam 18 tahun ke depan, kita bisa masuk dalam lima negara ekonomi terbesar di dunia,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan optimistis pada 2030 mendatang Indonesia mampu masuk dalam lima besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

"Dalam 18 tahun ke depan, kita bisa masuk dalam lima negara ekonomi terbesar di dunia," kata Gita dalam seminar bertajuk Menggesitkan Birokrasi di Jakarta, Rabu.

Hal itu didasari pada pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang telah melampaui negara-negara tetangga. Dia mencontohkan PDB Malaysia yakni 240 miliar dolar AS, dimana hanya seperempat PDB Indonesia.

Sedangkan PDB Singapura mencapai 220 miliar dolar AS atau seperlima PDB Indonesia. Sementara PDB Thailand hanya sepertiga PDB Indonesia.

"Jadi tak ada alasan kita minder terhadap negara lain," katanya.

Dalam seminar-seminar ketika pihaknya menjadi pembicara, Gita menemukan banyak mahasiswa dari berbagai universitas yang tidak mengetahui potensi PDB Indonesia, padahal secara Purchasing Power Parity (PPP), perekonomian Indonesia saat ini telah berada pada level 16 besar dunia melampaui banyak negara diantaranya Belanda dan Turki.

"Indonesia punya banyak orang-orang yang pintar, tetapi mereka tidak tahu PDB kita berapa di dunia dan potensinya seperti apa. If you dont know, how can you be proud of your country?" katanya.

Dia mengatakan sikap bangga dalam berbangsa harus ditumbuhkan karena memiliki korelasi dengan berkembangnya jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang.

Menurut dia, kepemimpinan itu merupakan kapasitas diri untuk memproyeksikan skala kemampuan diri pada hari ini dan masa depan.

Dia mengatakan siapapun bisa menjadi pemimpin yang besar dengan syarat memiliki sikap dan kemampuan seorang pemimpin yakni disiplin, bersikap positif, mampu menggunakan perangkat teknologi informasi dan merealisasikan rencana-rencananya dalam kenyataan.

"Tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bisa menjadi seorang pemimpin yang besar," katanya.
(SDP-46)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga