Sabtu, 1 November 2014

Riset IPB dukung peningkatan produksi ikan nila

| 2.744 Views
id riset unggulan, riset ipb, ikan nila, ipb
Riset IPB dukung peningkatan produksi ikan nila
Institut Pertanian Bogor (fema.ipb.ac.id)
Ikan nila merupakan salah satu ikan konsumsi dari 10 jenis ikan yang menjadi target peningkatan produksi yang dicanangkan KKP pada 2014,"
Bogor (ANTARA News) - Riset ikan nila merah yang dilakukan sekelompok mahasiswa dari Departemen Budi Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB dapat membantu target peningkatan produksi yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Ikan nila merupakan salah satu ikan konsumsi dari 10 jenis ikan yang menjadi target peningkatan produksi yang dicanangkan KKP pada 2014," kata pengajar dan peneliti Departemen Budi Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB Dr Alimuddin, di Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Alimuddin adalah pendamping tim mahasiswa Departemen Budi Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB yang diketuai Nurlatifa Khairun Nisa.

Riset itu menyebutkan bahwa ikan nila jantan memiliki pertumbuhan 40 persen lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina.

Dengan demikian, katanya, budi daya ikan nila akan lebih menguntungkan apabila dilakukan budi daya dengan sistem monoseks (monosex culture) jantan.

Hal tersebut, kata dia, dapat dicapai dengan cara mengawinkan ikan jantan "super" (berkromosom kelamin YY) dengan ikan betina normal (XX).

"Rekayasa reproduksi melalui transplantasi sel testikular merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan ketersediaan benih ikan nila," kata Alimuddin.

Ia menjelaskan, metode pembuatan individu ikan berkromosom YY dapat dilakukan dengan metode "sex reversal", di mana saat ini sudah dikembangkan ikan nila GESIT (Genetically Super Male of Tilapia), yaitu ikan nila hitam jantan berkromosom YY.

Namun demikian, katanya, produksi ikan nila GESIT masih menggunakan induksi hormon sintetik yaitu 17 - methyl testosterone yang dikhawatirkan adanya pengaruh residu dari hormon tersebut pada lingkungan.
(A035/Y008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga