Selasa, 29 Juli 2014

"Perahu Kertas" dipecah jadi dua bagian

Kamis, 9 Agustus 2012 03:39 WIB | 3.568 Views
Dewi "Dee" Lestari (ANTARA/Regina Safri)
Jakarta (ANTARA News) - Film "Perahu Kertas" yang diangkat dari novel karya Dewi 'Dee' Lestari terpaksa dipecah menjadi dua bagian agar tidak menghilangkan isi cerita dari novel setebal 400-an halaman itu.

Film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu segera "berlayar" di bioskop tanah air pada 16 Agustus mendatang untuk bagian pertama.

"Sebenarnya saya yang paling protes kenapa film ini dibagi dua. Kenapa tidak sekalian jadi empat jam saja seperti film India. Tetapi kalau secara bisnis ada pertimbangannya," kata Hanung pada jumpa pers usai "Press Screening Film Perahu Kertas" di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu malam tadi.

Produser film dari Starvision, Chand Parwez Servia, menambahkan, "Kenapa dipecah dua untuk membuat novel ini utuh sebagai tontonan. Dan Hanung cukup patuh dengan novel, tidak hanya skenario."

Sementara itu Deea sebagai penulis novel sekaligus penulis skenario mengaku kaget pada awalnya ketika tahu film tersebut akan dibagi dua.

"Sejujurnya saya cukup terkejut tetapi itu keputusan strategis produser dan saya melihat itu keputusan yang terbaik," kata Dee.

Memecah film "Perahu Kertas" merupakan di luar rencana. Seperti dijelaskan Chand, durasi awal dari film itu sekitar lima jam. Lalu coba dipotong lagi, namun berisiko menghilangkan bagian-bagian penting dan berkaitan dalam rangkaian film tersebut.

"Dee membuat novel ini seperti mozaik. Dan akhirnya kita pikir, kita harus membagi dua namun kita harus selesaikan bagian tertentu di akhir film bagian pertama yang membuat orang senang untuk masuk fase kedua, fase yang lebih berat dan banyak konflik," ujar Chand.

Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). 

Peristiwa demi peristiwa kemudian menjalin, mempertemukan, dan memisahkan hati, silih berganti antara Kugy, Keenan serta orang-orang sekitar mereka, seperti perahu kertas yang mengalir di sungai, berayun-ayun mencari tambatan hati.

M047

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga