Rabu, 3 September 2014

Yaman gagalkan serangan Al Qaida, sita 40 sabuk peledak

Kamis, 9 Agustus 2012 04:26 WIB | 3.445 Views
Sanaa (ANTARA News) - Yaman menggagalkan rencana sel terkait Al Qaida yang akan melancarkan serangan-serangan di ibu kota negara itu dan menyita 40 sabuk peledak, kata Wali Kota Sanaa Abdul Qader Hilal, Rabu.

Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan, tujuh militan juga ditangkap di kota wilayah selatan, Jaar, dimana serangan bom bunuh diri menewaskan 45 gerilyawan suku sebelumnya pekan ini dan kelompok garis keras mengancam melancarkan serangan-serangan lebih lanjut dengan skala lebih besar.

"Beberapa anggota sel itu ditangkap dan sisanya diburu," kata Hilal kepada Reuters.

Tujuh orang yang ditangkap dalam insiden terpisah di Jaar mencakup seorang warga Somalia dan seorang pemimpin militan yang dikenal sebagai Abu Musaab, yang bertanggung jawab atas pendanaan Al Qaida di Abyan, kata kementerian pertahanan di situs beritanya.

Kelompok militan Ansar al-Sharia terkait dengan Al Qaida di Semenanjung Arab, yang disebut-sebut AS sebagai cabang paling berbahaya dari jaringan militan global itu.

Militan Al Qaida memperkuat keberadaan mereka dalam setahun ini di wilayah selatan, dengan memanfaatkan melemahnya pemerintah pusat akibat pemberontakan anti-pemerintah yang meletus pada Januari 2011.

Ofensif pasukan Yaman yang diluncurkan pada Mei berhasil menghalau militan Al Qaida dari sejumlah kota dan desa di wilayah selatan dan timur yang selama lebih dari setahun mereka kuasai.

Sejak ofensif militer dimulai pada 12 Mei, ratusan orang yang mencakup anggota Al Qaida, prajurit, militan lokal pro-militer dan warga sipil tewas.

Ofensif itu didukung oleh pesawat tak berawak AS yang pada hari itu melancarkan dua serangan udara di Yaman timur yang menewaskan 11 terduga anggota Al Qaida.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman timur menewaskan pemimpin Al Qaida Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pemboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan sekitar sepuluh serangan udara di Yaman dalam empat bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman, meski ada risiko korban mungkin bukan teroris, kata Washington Post pada April.

AS tidak pernah secara resmi mengakui penggunaan pesawat tak berawak terhadap Al Qaida di Yaman, yang dianggap sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global itu dan menjadi pusat perang melawan teror.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida.

Pada Maret, 185 prajurit tewas dalam serangan besar Al Qaida terhadap sebuah kamp militer di dekat Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga