Senin, 28 Juli 2014

Laboratorium Swiss minta jaminan penyelidikan kematian Arafat

Kamis, 9 Agustus 2012 14:19 WIB | 3.985 Views
Laboratorium Swiss minta jaminan penyelidikan kematian Arafat
Presiden Palestina (saat itu), Yasser Arafat, memberi keterangan kepada media di kantornya di Ramallah, Tepi Barat, dalam foto arsip bertanggal 9 Juli 2004 ini. Seminggu setelah ada dugaan mantan pemimpin mereka diracun, pejabat Palestina masih membicarakan secara tertutup mengenai kapan dan bagaimana menggali makam Arafat untuk pemeriksaan. (REUTERS/Loay Abu Haykel/Files)
Ramallah, Tepi Barat (ANTARA News) - Laboratorium Swiss hanya akan membantu menyelidiki kematian secara misterius Presiden Palestina (saat itu), Yasser Arafat, pada 2004, dengan sejumlah jaminan mutlak. Satu jaminan itu, temuan mereka takkan digunakan untuk tujuan politik.

Kematian Arafat masih menyisakan misteri walau diketahui lelaki bekas tokoh di sayap militer Al Fattah itu telah mengidap beberapa jenis penyakit selama hidupnya. Arafat juga telah belasan kali selamat dari percobaan pembunuhan oleh lawan-lawan politiknya.

Satu komite yang meneliti kematian presiden Palestina itu telah meminta Swiss Radiophysics Institute, yang menemukan jejak polonium isotope --yang mematikan-- di pakaian Arafat yang diberikan jandanya untuk dokumentasi televisi Al Jazeera belum lama ini.

Keperluan dokumentasi itu juga terkait upaya penyelidikan kerangka Arafat.

"Kami telah diundang Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dan kami saat ini sedang mempelajari cara paling cocok untuk menanggapi permintaan ini," kata Darcy Christen, Juru Bicara bagi lembaga itu, dalam satu surat elektronika, seturut Reuters.

"Sementara itu, keprihatinan utama kami ialah jaminan kemerdekaan, kredibilitas dan transparansi atas setiap keterlibatan yang kami lakukan," kata Christen, dalam jawaban atas pertanyaan Reuters, Kamis.

Arafat adalah gerilyawan yang beralih jadi negarawan dan menjadi lambang perjuangan Palestina untuk memperoleh negara selama beberapa dasawarsa perang dan perdamaian dengan Israel.

Setelah dirundung sakit yang tetap tak diketahui penyebabnya, presiden Palestina itu dibawa melalui udara ke Prancis pada 2004, ketika ia sakit parah selama pengepungan berkepanjangan oleh Israel.

Israel menempuh operasi pengepungan itu terhadap kompleksnya selama intifada (perlawanan) Palestina. Ia meninggal tak lama setelah tiba di sana.

Kematiannya mencuatkan desas-desus di kalangan rakyat Palestina mengenai pembunuhan, yang diduga banyak orang dilakukan Israel. Penyelidikan mengenai kasus itu dapat menambah parah sikap bermusuhan Palestina terhadap Israel dan menyebar kecurigaan ada yang bersekongkol meracuni dia atas instruksi Israel.

Tawfiq Tirawi, pemimpin komite penyelidik kematian Arafat, memberitahu wartawan, lembaga Swiss itu meminta jaminan sebelum mengirim para ahlinya ke Ibu Kota PNA, Ramallah, di Tepi Barat Sungai Jordan. Namun ia tak menjelaskan sifat jaminan itu.

"Isi koresponden kami berkaitan dengan perlunya kedatangan mereka dan sambutan kami atas kehadiran mereka di Palestina sesegera mungkin, tapi mereka menghadapi masalah hukum dan prosedur hukum," kata Tirawi.

Penggalian kerangka Arafat dari kuburannya di pusat Kompleks Kepresidenan PNA di Ramallah akan menjadi tindakan sangat penuh emosi bagi rakyat Palestina. Komite penyelidik setempat menyatakan pemerintah dan keluarga Arafat siap menghadapi kondisi tersebut.

"Kami harapkan kedatangan (Tim Swiss) secepatnya... pimpinan telah bertekad akan meluluskan apapun permintaan yang mereka ajukan," kata Tirawi.

(C003)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga