Selasa, 29 Juli 2014

Mesir perkuat pasukan di Sinai

Jumat, 10 Agustus 2012 14:19 WIB | 2.888 Views
Mesir perkuat pasukan di Sinai
Tentara membawa peti jenazah rekan mereka yang tewas dalam serangan di pos pemeriksaan perbatasan Sinai dengan Israel. Mesir menutup terowongan menuju Jalur Gaza dua hari setelah 16 tentara penjaga perbatasannya ditembak mati oleh kelompok garis keras.(REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
El-Arish, Mesir (ANTARA News) - Mesir menggelar pasukannya di Sinai dalam satu operasi untuk menumpas kelompok garis keras setelah para pemimpin suku Badui menjanjikan dukungan dalam satu pertemuan dengan menteri dalam negeri.

Pada Kamis (9/8), truk-truk militer yang mengangkut puluhan kendaraan lapis baja pengangkut pasukan dengan senapan-senapan mesin melalui Kota El-Arish menuju arah timur, tempat para anggota kelompok Badui memiliki pangkalan di desa-desa di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza.

Gelar pasukan dilakukan setelah televisi pemerintah melaporkan bahwa helikopter-helikopter militer dan tentara menewaskan 20 gerilyawan pada Rabu (8/8) dalam operasi pertama di Sinai guna membalas serangan-serangan kelompok garis keras yang menewaskan 16 tentara Mesir.

Pada Kamis Israel mengatakan pihaknya memberikan izin kepada Mesir untuk mengerahkan pasukan menggunakan helikopter-helikopter di Sinai, melonggarkan pembatasan kehadiran militer sesuai perjanjian perdamaian tahun 1979 antara dua negara bertetangga di semenanjung itu.

Dalam pertemuan pada Kamis malam dengan Menteri Dalam Negeri Ahmed Gamal ad-Din di El-Arish, sekitar 50 kilometer barat perbatasan Jalur Gaza, para pemimpin suku Badui menuntut untuk melihat mayat para gerilyawan yang dilaporkan tewas Rabu.

"Kami menuntut mereka memperlihatkan kepada kami jenazah-jenazah itu, satu atau dua mayat, agar kami dapat yakin," kata Eid Abu Marzuka, seorang Badui yang ikut dalam pertemuan itu.

Para pemimpin suku mengatakan mereka setuju membantu militer dan polisi untuk memulihkan keamanan di semenanjung itu dan menutup terowongan-terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata warga Palestina di Jalur Gaza.

"Ada konsensus di antara suku-suku untuk menghancurkan terowongan-terowongan itu. Biar Hamas marah, kami tak peduli. Mesih harus berhubungan dengan Palestina melalui perbatasan Rafah," kata Marzuka.

"Kami menentang penyelundupan dan pengepungan itu," tambah Marzuka mengacu pada blokade Israel yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza setelah Hamas menguasai wilayah itu tahun 2007.

Menteri Dalam Negeri mengatakan pasukan dan militernya akan mengalahkan kelompok garis keras dengan bantuan warga Badui, yang memusuhi pemerintah pusat yang mereka sebut mengabaikan mereka.

"Dengan bantuan rakyat (Sinai), misi itu akan berhasil," katanya seperti dikutip AFP.

Tetapi seorang pejabat senior keamanan yang ditempatkan di Sinai menyatakan bahwa mereka menghadapi satu musuh yang sukar dipahami yang mendapat keuntungan dari gunung dan gurun yang sulit dilalui.

Serangan pada Minggu lalu itu di satu pos depan perbatasan tempat para gerilyawan membunuh 16 tentara sebelum merampas satu kendaraan militer menuju Israel mengagetkan pemerintah dan memicu Presiden Mohamed Moursi memecat kepala badan intelijen dan dua jenderal militer.

Militer mengatakan para gerilyawan tiu didukung tembakan mortir dari Jalur Gaza dalam serangan itu.

Setelah pelantikannya pada 30 Juni, Moursi bergerak untuk melonggarkan pembatasan di lintas perbatasan dengan Gaza dan menemui pemimpin Gaza Ismail Haniya. Mesir menutup tempat penyeberangan itu setelah serangan pada Minggu.

(H-RN)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga