Sabtu, 25 Oktober 2014

Suara-suara aneh atlet Olimpiade

| 2.548 Views
id suara atlet, ekspresi atlet, atlet olimpiade, olimpiade 2012, olimpiade london
Suara-suara aneh atlet Olimpiade
Ekspresi atlet Jerman, Ariane Friedrich, saat berhasil melakukan lompatan pada kualifikasi lompat tinggi di Olimpiade London 2012. ( REUTERS/Mark Blinch )
Suara-suara itu adalah penyemangat yang fantastis.
London (ANTARA News) - Para atlet trampolin bersiul, pemain tenis menggerutu dan atlet angkat besi putri China, Zhou Lulu, berteriak "Fung shong!"

Itu hanya beberapa suara yang keluar dari mulut para atlet yang berkompetisi memperebutkan medali Olimpiade 2012 di London saat berlari, melompat, mengangkat, memukul, dan mencapai posisi tertinggi.

Contoh lainnya adalah saat Zhou bertanding di arena ExCel. Penonton riuh ketika Zhou memasuki arena untuk memecahkan rekor dunia pada Minggu dan kembali berteriak saat dia melakukan persiapan.

Selepas pertandingan Zhou tersenyum dan mengatakan kepada para wartawan bahwa dia sebenarnya mengatakan "rileks."

"Jadi saya bisa mengangkat bebannya dengan rileks," kata Zhou seperti dikutip kantor berita Reuters.

Pada cabang olahraga trampolin juga banyak atlet yang mengeluarkan siulan pendek dan nyaring ketika melayang di udara untuk melakukan putaran atau jungkir balik yang akan menambah poin mereka.

Kepada Reuters, konsultan atlet Andy Barton mengungkapkan suara-suara mungkin tak sengaja keluar namun suara tertentu seperti siulan bisa membantu atlet fokus pada penampilan mereka.

Suara-suara itu bisa jadi merupakan rutinitas saat bertanding yang menjadi penyemangat bagi mereka. "Suara-suara itu adalah penyemangat yang fantastis," kata Barton.

Dia mencontohkan, gerutuan petenis peraih medali perak Olimpiade Maria Sharapova yang membuat Rusia mempertanyakan apakah dia bisa berhenti mengeluarkan suara berisik di lapangan tenis tahun lalu mungkin merupakan bagian dari kegiatan rutin.

"Yang pasti tidak bisa sekarang karena saya sudah melakukannya sejak berusia empat tahun. Sangat sulit dan hampir tidak mungkin dilakukan kalau kau memainkan olahraga ini selama lebih dari 20 tahun," kata Sharapova kepada wartawan selama turnamen Wimbledon pada Juni.

Lebih lanjut Barton menjelaskan, suara-suara itu juga membantu beberapa atlet mengingatkan tubuh mereka untuk melakukan gerakan selanjutnya.

Menurut dia, atlet yang indra pendengarannya berkembang sangat baik bisa mendapat keuntungan dari suara yang mereka keluarkan.

Para atlet anggar menjerit dan berteriak, menghentakkan kaki, berargumen, dan menarik masker pelindung muka mereka untuk merayakan penambahan poin, sangat menyadari bahwa pertandingan tidak hanya mencakup fisik, tapi juga psikologi.

Pada cabang hoki, beberapa tim perempuan Asia seperti China dan Korea Selatan hampir selalu mengoceh selama pertandingan.

Sementara kebanyakan anggota tim berbicara, berteriak, dan berkomunikasi satu sama lain untuk memberikan arahan, beberapa sengaja membuat suara gaduh supaya lawan tidak bisa mendengar arahan mereka ke pemain lawan.

Dan satu suara yang membantu tuan rumah Inggris dalam pertandingan di London adalah sorak-sorai menulikan dari pendukung kepada peraih enam medali emas balap sepeda Chris Hoy pada balapan terakhirnya Selasa lalu.

"Suara-suara dukungan itu malah membuatnya bersemangat hingga akhir," kata Barton.

Namun dia mengatakan, selain memberikan dampak positif suara-suara itu juga bisa mengeluarkan atlet dari pertandingan.

(feb)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga