Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menggalakkan Program Aksi Nasional Jajanan Sehat (PANJS) di lingkungan sekolah dasar.

"Program tersebut disupervisi langsung oleh Wakil Presiden Boediono untuk memastikan anak-anak sekolah dasar mengonsumsi jajanan sehat," kata Kepala BPOM Pusat Lucky S Slamet dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut Lucky, latar belakang penggalakan program yang diresmikan Januari 2012 lalu itu, disebabkan kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia tertinggi dialami oleh murid-murid sekolah dasar.

Berdasarkan data BPOM yang disampaikan Lucky, sebanyak 79 persen kasus keracunan makanan terjadi di sekolah dasar.

"Penyebabnya, 44 persen karena jajanan tidak memenuhi syarat kesehatan," kata Lucky.

Oleh karena itu, BPOM melalui PANJS berusaha meningkatkan peran komunitas sekolah dalam melakukan pengawasan dan meningkatkan kapabilitas dalam memilah jajanan sehat di lingkungannya.

"Target kami hingga akhir 2012 ini, 18.000 sekolah dasar di seluruh Indonesia melaksanakan PANJS di lingkungannya," kata Lucky.

Melalui penggalakan PANJS secara intensif di lingkungan sekolah dasar, Lucky berharap angka keracunan makanan karena jajanan tidak sehat dapat turun dari 44 persen pada 2010 menjadi 27 persen di 2012 ini.

"Harapannya tentu saja nol persen, tapi paling tidak kita menuju ke sana," kata Lucky.
(A060)