Sabtu, 25 Oktober 2014

Pemerintah agar beri insentif produksi kedelai

| 2.779 Views
id harga kedelai, impor kedelai, kedelai, ketua himpunan sarjana pertanian indonesia, ipb, arif satria
Pemerintah agar beri insentif produksi kedelai
ilustrasi Seorang perajin tempe mengolah kedelai yang telah direbus untuk disimpan di tempat usaha produksi tempe milik di Jakarta. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Agar harga produsen petani kedelai kita memiliki daya saing dengan harga kedelai luar negeri, maka diperlukan adanya subsidi on farm,"
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia meminta pemerintah untuk memperbaiki pemberian insentif produksi kepada petani kedelai untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai Indonesia.

"Agar harga produsen petani kedelai kita memiliki daya saing dengan harga kedelai luar negeri, maka diperlukan adanya subsidi on farm," kata Ketua Umum Badan Pelaksana Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Arif Satria dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Bentuk subsidi "on farm" yang diusulkannya yakni pemberian benih unggul kedelai dan pupuk secara gratis serta bantuan biaya pengolahan lahan.

Disebutkan selama harga kedelai lokal lebih mahal dibandingkan kedelai impor maka arus impor akan terus terjadi. Sehingga diperlukan upaya untuk menggiatkan petani lokal agar termotivasi menanam kedelai.

Produksi kedelai Indonesia semakin menurun disebabkan terjadinya penurunan luas area tanam dan stagnannya upaya peningkatan produktivitas.

Hal itu disebabkan makin meningkatnya kedelai impor dengan harga yang lebih murah, sehingga petani tidak mempunyai insentif untuk menanam kedelai dan akhirnya banyak petani yang beralih untuk menanam komoditi lainnya yang lebih menguntungkan.

Sementara luas area panen kedelai dalam negeri pada 2012 diperkirakan sekitar 566.000 ha. Luasan area itu menyusut jauh dibandingkan dengan 1992 yang mencapai 1,8 juta ha.

Sehingga selama kurun waktu 10 tahun terjadi penurunan area panen sekitar 1,2 juta ha.

Saat ini produksi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai 857.000 ton atau 30 persen dari kebutuhan dalam negeri. Sementara itu target swasembada kedelai mencapai sekitar 2,7 juta ton.

Hal itu berarti diperlukan impor kedelai sekitar 1,85 juta ton/tahun.

Padahal data dari FAO menyebutkan pada1990, impor kedelai Indonesia sebesar 531.000 ton, sementara pada 2009, impor kedelai mencapai 1,3 juta ton.
(SDP-46/A023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga