Rabu, 22 Oktober 2014

Buffon: Conte tidak takut terhadap apa pun

| 1.886 Views
id skandal sepakbola italia, pengaturan skor, kiper juventus, Gianluigi Buffon
Buffon: Conte tidak takut terhadap apa pun
Gianluigi Buffon. (REUTERS/Michael Buholzer)
Saya bahagia sebab saya memiliki teman-teman yang baik yakni keduanya, Simone dan Leonardo,"
Beijing (ANTARA News) - Kapten Juventus, Gianluigi Buffon, mengatakan pada Jumat bahwa pelatihnya, Antonio Conte "tidak takut terhadap apa pun" setelah ia dilarang melatih selama sepuluh bulan menyusul penyelidikan mengenai skandal pengaturan pertandingan di Italia.

Kiper ini juga memuji rekan-rekan setimnya, bek Leonardo Bonucci dan pemain sayap Simone Pepe, setelah keduanya dibebaskan dari tuduhan sebagai bagian dari proses penyelidikan tersebut.

"Saya bahagia sebab saya memiliki teman-teman yang baik yakni keduanya, Simone dan Leonardo," ucapnya kepada para pewarta di Beijing, sehari sebelum raksasa Italia itu berhadapan dengan Napoli di Piala Super Italia, yang akan dilangsungkan di ibukota China.

"Saya akan senang memuji keduanya karena mampu melewati tekanan seperti itu, yang mereka hadapi dengan keberanian yang hebat."

"Sejauh mengenai manajer yang bersangkutan, saya memiliki hubungan teramat baik dengan dia, pernah menjadi rekan setim dia, dan saya percaya hasrat untuk bertarung ada dalam DNAnya. Ia tidak takut terhadap apa pun."

Pengaturan pertandingan - atau di Italia dikenal sebagai skandal "Calcioscommesse" - telah membayang-bayangi persiapan Juventus menjelang musim baru.

Conte dituduh terlibat pengaturan pertandingan saat ia melatih Siena pada musim 2010-2011. Wakilnya, Angelo Alessio, juga menghadapi dakwaan yang sama dan mendapat hukuman delapan bulan, demikian diumumkan federasi sepak bola Italia (FIGC) pada Jumat.

Bonucci dan Pepe juga menghadapi dakwaan serupa perihal pengaturan pertandingan, ketika kedua bermain di klub lain.

Bonucci, yang merupakan anggota timnas Italia yang kalah di final Piala Eropa 2012, telah menjalani persidangan disiplin mengenai pertandingan pada 2010 ketika ia masih memperkuat Bari.

Penuntut mengajukan tuntutan hukuman tiga tahun enam bulan kepada pemain 25 tahun itu, untuk keterlibatan dia dalam pengaturan pertandingan.

Pepe juga mendapat tuntutan hukuman satu tahun dari penuntut FIGC, Stefani Palazzi, karena dirinya dituduh tidak memberikan informasi mengenai dugaan terjadinya insiden, demikian dilaporkan kantor berita Italia, ANSA.

Sementara itu, dua tim sepak bola Italia, Lecce dan Grosseto, dinyatakan bersalah dan akan mendapat sanksi yang lebih berat karena keterlibatan langsung dalam pengaturan pertandingan. FIGC juga memerintahkan pada Jumat, bahwa kedua klub tersebut harus didegradasi menjelang musim 2012/2013.

Empat pemain Liga Italia lainnya - Marco di Vaio, Salvatore Masielo, Danielle Padelli, dan Giuseppe Vives - dibebaskan dari tuduhan terhadap mereka.

Pengadilan disiplin menyelidiki 13 klub sepak bola dalam kasus pengaturan pertandingan dan perjudian ilegal. Proses penyelidikan ini berlangsung enam tahun setelah skandal serupa membuat Juventus harus kehilangan dua gelarnya.

Klub Turin itu, yang kemungkinan merupakan klub Italia terpopuler di China, akan menghadapi Napoli di Stadion Nasional Beijing, yang juga dikenal sebagai `sarang burung.` Stadion ini merupakan arena utama untuk Olimpiade 2008.

Piala Super Italia adalah pertandingan tradisional sebelum Liga Italia bergulir. Pada beberapa tahun terakhir, pertandingan Piala Super Italia dimainkan di luar Italia.

Pertandingan ini mempertemukan antara juara Liga Italia dan juara Piala Italia.

Napoli menjuarai Piala Italia dengan mengalahkan Juventus pada pertandingan terakhis musim kompetisi 2011/2012 - kemenangan yang menandai satu-satunya kekalahan Tim Putih-Hitam pada musim itu, demikian AFP.
(H-RF/A020) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga