Kamis, 23 Oktober 2014

Panwaslu selidiki video sindiran Fauzi Bowo

| 6.070 Views
id Fauzi Bowo, nachrowi ramli, foke-nara, pemilukada DKI, pilkada DKI, Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, kebakaran karet tengsin
Panwaslu selidiki video sindiran Fauzi Bowo
Ramdansyah. (ANTARA/Yudhi Mahatma)
"Dalam aksi protes tersbut tidak ada korban sebagai barang bukti."
Jakarta (ANTARA News) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut video sindiran Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, terhadap Joko Widodo.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengemukakan, guna menanggapi aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah relawan yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di kantor Panwaslu, maka pihaknya menyelidiki tayangan video tersebut.

"Terkait video sindiran itu, Panwaslu masih akan menyelidiki lebih lanjut, kemudian baru setelah itu mengambil tindakan," katanya. 

Dokumen tayangan video Fauzi Bowo ketika mengunjungi korban kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, itu sempat terekam kamera sejumlah televisi nasional, dan juga beredar melalui YouTube, antara lain di http://www.youtube.com/watch?v=27RSR8KsP5M yang hingga Jumat malam telah disaksikan lebih dari 150.000 pengakses.

Menurut Ramdansyah, aksi protes yang dilakukan oleh Pospera hanya bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait video tersebut sekaligus mendesak Panwaslu untuk segera menyelesaikan masalah itu.

Ia menuturkan, Panwaslu masih menindaklanjuti video tersebut sampai saat ini karena belum menerima adanya laporan resmi.

"Oleh karena itu, kami akan menerima setiap laporan resmi dan menindaklanjutinya dengan melengkapi berbagai bukti," katanya.

Ia mengemukakan, laporan itu baru dinyatakan resmi jika dilaporkan secara langsung ke Panwaslu oleh warga. Sementara itu, Ramdansyah menilai aksi yang digelar oleh Pospera tidak termasuk sebagai laporan.

"Dalam aksi protes tersbut tidak ada korban sebagai barang bukti. Di samping itu, pelapor juga bukan merupakan saksi mata langsung pada saat kejadian," ujar Ramdansyah. 
(T.R027)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga