Jumat, 24 Oktober 2014

BI Bengkulu musnahkan uang lusuh Rp212,2 miliar

| 3.338 Views
id pemusnahan uang lusuh, uang rusak, uang lusuh
Bengkulu (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) Cabang Bengkulu selama 2012 memusnahkan uang dalam kondisi lusuh mencapai Rp212,2 miliar, untuk mempertahankan uang yang beredar di masyarakat selalu dalam keadaan baik.

"Kami periode Januari-Juli 2012 telah meracik atau memusnahkan Rp212,2 miliar uang lusuh, rusak, dan robek yang tergolong tidak layak edar lagi," kata Pemimpin BI Cabang Bengkulu Causa Iman Karana, di Bengkulu, Sabtu.

Uang dimusnahkan itu, kata dia, 60 persen di antaranya berupa pecahan Rp1.000 dan Rp2.000 karena menjadi jenis uang pecahan yang paling banyak digunakan warga dalam transaksi sehingga daya tahannya pun tidak lama.

Ia menjelaskan, uang lusuh yang dimusnahkan pada Januari 2012 sebanyak Rp65 miliar, Februari Rp67 miliar, Maret Rp48,5 miliar, April Rp15,9 miliar, Mei Rp7,9 miliar, Juni Rp5,4 miliar, dan Juli Rp2,3 miliar.

Pemusnahan uang lusuh dilakukan setiap dua kali seminggu, apabila jumlah uang maupun yang ditarik dari peredaran sudah mencapai 300.000 lembar.

Selama pemusnahan uang dengan menggunakan alat yang didatangkan dari Belanada tersebut, BI melakukan sistem pengamanan secara ketat dengan menggunakan kamera CCTV dan melibatkan tenaga hanya tiga orang.

Uang yang telah dimusnahkan menggunakan mesin peracik tersebut, berbentuk potongan-potongan kecil yang langsung dicetak berbentuk silinder dan selanjutnya dibakar.

Ia mengatakan, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh dan tidak layak lagi ke BI atau mobil kas keliling yang secara reguler hadir di setiap daerah untuk menarik uang yang dipandang perlu untuk dimusnahkan, dari masyarakat .
"Kami harapkan warga dapat merawat uang kertas dengan tidak melipat, meremas, mencoret dan sebagainya sehingga jumlah uang lusuh dapat diminimalkan," katanya.

(Z005)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga