Sabtu, 20 September 2014

Angka tujuh di film "Seven Something"

Sabtu, 11 Agustus 2012 13:57 WIB | 3.174 Views
Angka tujuh di film
Nickhun Horvejkul dan Suquan Bulakul dalam salah satu adegan di film "Seven Something" (istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Angka tujuh memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat Thailand. Ada yang mengatakan bahwa angka 7 merupakan waktu perubahan bagi kehidupan manusia.

Ada juga yang mengatakan bahwa putaran Uranus di tahun ke-7 bisa memberikan efek luar biasa bagi percintaan umat manusia, bisa baik bisa buruk.

 "Seven Something" dengan durasi 2 jam 45 menit diawali  perbincangan dua orang pembaca berita yang menceritakan perubahan-perubahan yang dialaminya setiap tujuh tahun.

"Di umur saya ke tujuh, saya menemukan cinta pertama saya," kata salah satu pembawa berita.

Film pun membawa para penonton untuk menyelami tiga pengalaman-pengalaman orang selama masa 7 tahun tersebut lewat tiga kisah berdurasi pendek.

Film pertama, dengan judul "14", bercerita tentang pasangan anak sekolah, Puan  yang diperakan oleh Jirayu La-ongmanee, dan Milk yang diperankan oleh Sutatta Udomslip. Cinta mereka tak terasa sama manakala Puan mulai mengganti status hubungannya di jejaring sosial Facebook.

Puan pun semakin hobi mengunggah video-video yang berisi sang pacar mulai dari berkencan, mencari kado, bahkan hanya sekedar mengambil uang di anjungan tunai mandiri.

Ketenaran video-video yang diunggah Puan, membuatnya lupa diri. Dia semakin 'menggila' mengambil dan merekam kegiatan sang pacar.

Keadaan diperparah dengan 'ketenaran' video yang dibuat Puan khusus untuk pacarnya, bahkan saat Milk menyanyikan lagu khusus Puan yang mengundang banyak komentar tak senonoh.

Puan pun dibuat bingung, karena video yang diunggahnya memecah tali asmara yang baru dijalinnya. Dia pun membuat video perpisahan dengan mengatakan, "Saya minta maaf Milk. Saya tidak peduli berapa banyak yang melihat video. Saya hanya butuh satu orang untuk melihatnya, Milk."

21/28
Film kedua berganti tokoh dan cerita. Kali ini yang disoroti adalah pasangan Jon dan Mam yang putus di usia 21 namun kembali bertemu setelah 7 tahun tak bertemu di usia mereka yag ke 28.

Pertemuan tersebut bukan tanpa tujuan. Mam yang diperankan oleh Cris Horwang sengaja mencari mantan pacarnya Jon, Sunny Suwanmethanont untuk kembali mengulang masa emas tujuh tahun silam.

Pertemuan pertama pasangan ini di sebuah judul film Sea You. Karena Mam semakin tenar, Jon yang sedikit konservatif merasa cemburu dengan kedekatan Mam dengan pria lain.

Tujuh tahun telah mengubah kedua sosok ini. Karir Mam tidaklah secemerlang dahulu. Jon pun kini bekerja di Siam Ocean Center dan tidak lagi memiliki badan menggiurkan yang dulu dimilikinya.

Pengalaman-pengalaman pahit Jon tujuh tahun silam membuat sikap Jon kukuh untuk tidak menerima tawaran Mam bermain film sekuel Sea You Again. Namun Mam tidak menyerah, setiap hari Mam mengunjungi tempat kerja Jon. Perjuangannya membuahkan hasil, meski hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan Mam.

14.195
Lain lagi dengan cerita ketiga yang dimainkan oleh salah satu anggota boyband asal Korea Selatan, 2PM, yakni Nickhun Horvejkul serta lawan mainnya Suquan Bulakul. Cerita kali ini dibuat layaknya sebuah narasi, sehingga sosok Suquan disebut dengan "She" dan Nickhun sebagai "He".

He bertemu She dengan tidak sengaja saat dia sedang latihan lari untuk lomba maraton yang diikutinya. He tak sengaja menabrak She yang sedang berjalan.

Sejak saat itu, He mengajak She untuk ikut lomba maraton. Mereka pun sering terlihat berdua latihan maraton. She, yang berprofesi sebagai pembaca berita sudah memasuki usia 42 tahun, merasa tak sanggup untuk melanjutkan latihan maraton. Namun dengan tenang He pun mengatakan "Jika kau ingin mengubah hidupmu, maka lari maratonlah."

Kisah dijalin karena masing-masing karakter memiliki masa lalu yang sulit dilupakan. She merasa bahwa dia sudah mengkhianati mendiang suaminya pun tak lagi mau bertemu dengan He, dan berniat 'gantung sepatu' karena tidak mau ikut lomba maraton. Hingga satu saat, ibu She yang menyadarkannya bahwa sebenarnya dia menyukai He.

Kejutan
Masing-masing film memberikan kejutannya masing-masing. Penonton yang awalnya berharap banyak pada peran seorang Nickhun pun mulai terbawa suasana bahkan sebelum sosok Nickhun muncul di layar.

Ceritanya dibuat apik serta sederhana namun sangat membumi. Cerita pertama yang disutradari oleh Paween Purijitpanya, yang juga menyutradarai film 'Phobia 2', dibuat menyesuaikan dengan kondisi anak muda yang sedang menggandrungi jejaring sosial. Kedua tokoh dalam film ini pun juga sudah malang melintang di perfilman Thailand. Sutatta Udomslip pernah bermain di film horor Ladda Land sedangkan Jirayu La-ongmanee bermain di film Phobia 2 dan Suckseed.

Lain lagi dengan film kedua karya Adisorn Tresirikasem, yang juga membuat film Bangkok Traffic Love Story, penonton akan dibuat terpingkal-pingkal melihat celetukan Mam yang segar. Tak hanya itu, Adisorn mampu menyajikan keelokan Thailand dalam cerita yang hanya berdurasi kurang lebih 1 jam ini.

Untuk para penggemar Nickhun, harus bersiap karena Nickhun akan sedikit bertingkah konyol namun tetap romantis dalam film ketiga. Film yang disutradarai oleh Jira Maligool ini pun memberikan kejutan lain, dengan memainkan emosi para penonton. Menariknya, kedua tokoh utama dalam film ketiga ini sama-sama 'anak baru' dalam dunia perfilman.

Flm Seven "Something" adalah film pertama baik untuk Nickhun dan Suquan. Meski Nickhun sempat menjadi cameo di film Jepang yang berjudul Ouran High School Host Club dan drama Korea yang berjudul Dream High.

Film Thailand dengan 3 cerita dari 3 generasi ini hadir di Indonesia mulai 11 Agustus 2012. Film yang diproduksi oleh GMM Thai Hub ini sekaligus menandai ulang tahun ke tujuh rumah produksi yang juga sudah mengeluarkan beberapa judul film terkenal lainnya seperti Phobia 2, Hello Stranger, dan Bangkok Traffic Love Story.

(dny)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca