Selasa, 23 Desember 2014

Masyarakat harus paham daging sehat

| 3.008 Views
id gubernur hasan basri agus, gubernur jambi, masyarakat harus pahami, daging sehat,
Masyarakat harus paham daging sehat
Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (FOTO ANTARA)
Masyarakat harus mengerti daging yang sehat dan baik dan juga halal, salah satu caranya bisa dilakukan dari cara memotongnya,"
Jambi (ANTARA News) - Gubernur Jambi Hasan Basri Agus meminta warga masyarakat memahami daging yang sehat dan baik serta halal agar aman dikonsumsi.

"Masyarakat harus mengerti daging yang sehat dan baik dan juga halal, salah satu caranya bisa dilakukan dari cara memotongnya," kata Gubernur, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Hasan Basri Agus saat melakukan dialog terkait dengan daging aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sekaligus melakukan panen sapi Bali bersama di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Ahmad Junaidi dan Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir.

Selain memahami daging yang sehat, masyarakat juga harus memperlakukan ternak dengan baik sehingga akan menghasilkan daging yang juga berkualitas.

Melihat peternakan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kasang Pudak dan keberhasilan yang diraih, Gubernur merasa Jambi akan aman pangan dan bisa melepaskan diri dari ketergantungan pasokan daging dari luar.

"Kalau semua daerah (kabupaten/kota, red.) berpikir seperti itu, kebutuhan pangan masyarakat Jambi akan aman," katanya.

Sementara itu, Direktur Kesmavet dan Pasca Panen Ahmad Junaidi mengatakan bahwa ketahanan pangan harus memenuhi syarat dan kualitas sehat konsumsi.

"Tidak hanya kuantitasnya, tetapi kualitasnya juga harus dijaga. Jangan sampai daging yang akan dikonsumsi mengandung penyakit," katanya.

Ia juga menyatakan sangat mendukung program integrasi sapi dan sawit (sasa) yang kini mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan perkebunan di Jambi.

Junaidi berharap integrasi sapi dan sawit yang sedang dilakukan di Jambi menjadi contoh daerah potensial lainnya.

Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir menyatakan bahwa daerahnya sangat cocok untuk program integrasi sapi dan sawit karena ada 130.000 hektare kebun sawit.

"Ada 130.000 hektare kebon sawit yang bisa dibuat integrasi sapi sawit. Seandainya dua sapi 1 hektare maka kebutuhan daging Jambi bisa teratasi," katanya.

Dikatakan Bupati, daerahnya siap dijadikan sentra peternakan dan pengembangan sapi. Namun, perlu dukungan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi Sepdinal menjelaskan bahwa panen sapi Bali siap potong serta daging ASUH di Kasang Pudak merupakan program 2011.

"Hanya dalam kurun waktu sembilan bulan mampu menghasilkan paling rendah 250 kilogram paling dan paling tinggi 400 kg," katanya.

Sebanyak 70 persen hasil peternakan sapi buat petani dan 30 persen untuk pemerintah. Peternak di daerah ini merupakan usaha sampingan yang mampu memberi hasil yang maksimal.

(E003/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga