Sabtu, 25 Oktober 2014

Romahurmuziy: wacana capres pilihan rakyat penting ditampilkan

| 2.906 Views
id sekjen ppp, muhammad romahurmuziy, capres pilihan rakyat, pilpres 2014
Memunculkan wacana calon presiden pilihan rakyat belum terlambat
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy menyatakan bahwa wacana calon presiden pilihan rakyat penting untuk ditampilkan sebagai calon presiden alternatif, dan waktunya belum terlambat.

"Memunculkan wacana calon presiden pilihan rakyat belum terlambat, karena regulasinya yakni Undang-undang Pemilu Presiden masih dibahas di DPR RI," kata Muhammad Romahurmuziy usai diskusi `Polemik: Merdeka itu Relatif`, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Romy, panggilan Muhammad Romahurmuziy, wacana calon presiden pilihan rakyat menjadi penting ketika partai politik sebagai lembaga resmi pengusung calon presiden kurang mendapat kepercayaan dari rakyat.

Jika rakyat kurang mempercayai partai politik dan calon presiden yang diusungnya, menurut dia, hendaknya tidak direspons dengan memusuhi partai politik tapi mencari figur alternatif yakni calon presiden pilihan rakyat.

"Calon presiden pilihan rakyat ini merupakan figur alternatif pada Pemilu Presiden 2014, sehingga tidak hanya nama-nama tokoh yang sudah muncul sebelumnya," katanya.

Menurut Romy, pada Pemilu Presiden 2014 diperlukan diperlukan figur calon presiden alternatif, untuk meberikan peluanng bagi tokoh potensiaal sehingga publik tidak sekedar diberikan pilihan tokoh lama.

Hingga saat ini, kata dia, beberapa calon calon presiden yang disebut-sebut sejumlah partai politik, masih memiliki catatan kurang baik yang dalam ingatan rakyat.

"Beberapa nama calon presiden yang disebut-sebut tampaknya belum mewakili pilihan rakyat dan masih ada yang terkait dengan persoalan hukum, HAM, maupun persoalan politik lainnya," katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan, partai politik harus jeli membaca peluang dan keinginan rakyat agar pemilu presiden 2014 didukung partisipasi rakyat yang tinggi.

Menurut dia, dalam mencari tokoh alternatif ini, PPP telah melakukan ijtihad politik dengan cara menjaring calon presiden yang bermuara dari aspirasi internal dan konstituen.

Dari hasil Ijtihad tersebut, kata dia, muncul sejumlah nama seperti, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, dan Anis Baswedan.

"Nama-nama tersebut merupakan figur eksternal PPP. Hal ini mematahkan apa yang sudah disepakati yakni calon presiden dari partai politik," katanya.

Romy menegaskan, PPP akan mendukung calon presiden yang kuat dan lebih meletakkan dirinya sebagai kepala negara daripada kepala pemerintahan.

(R024/M008)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga