Rabu, 1 Oktober 2014

Pengamat: testimoni Antasari harus ada bukti konkrit

Senin, 13 Agustus 2012 03:06 WIB | 5.229 Views
Pengamat: testimoni Antasari harus ada bukti konkrit
Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi. (FOTO. ANTARA)
Publik masih menunggu amunisi dari Antasari. Kalau hanya sebatas testimoni itu kurang nonjok. Banyak sekali yang mempertanyakan kebenaran testimoni itu,"

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, menilai testimoni yang disampaikan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, perihal rapat dana talangan (bail out) Bank Century di Istana, harus ada bukti konkrit.

"Testimoni itu tidak cukup hanya pernyataan tapi harus ada bukti konkrit seperti rekaman pembicaraan saat rapat," katanya usai presentasi hasil survei Jaringan Sura Indonesia (JSI), di Jakarta, Minggu (12/8) malam.

Menurut dia, testimoni Antasari di sebuah stasiun televisi swasta jika hanya sebatas pernyataan ibarat pukulan kosong, sehingga tidak memiliki dampak.

Antasari, katanya, baru menyampaikan testimoninya secara verbal tanpa disertai bukti konkrit apakah benar rapat di Istana yang disebutkannya membahas rencana "bail out" Bank Century.

"Publik masih menunggu amunisi dari Antasari. Kalau hanya sebatas testimoni itu kurang nonjok. Banyak sekali yang mempertanyakan kebenaran testimoni itu," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, jika Antasari memiliki bukti seperti rekaman pembicaraan pada saat rapat, hal itu akan berdampak besar yakni mempengaruhi konstalasi politik nasional.

Namun dari testimoni yang disampaikan Antasari, kata dia, hingga saat ini belum menunjukkan bukti apa-apa.

Staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Jakarta (FISIP UIN) itu menambahkan, meski rapat yang disebutkan membahas rencana "bail out" Bank Century itu dilaksanakan di Istana, Antasari sebagai Ketua KPK saat itu tentunya teliti dan cermat dengan membuat rekaman.

"Saya tidak ingin komentar lebih jauh jika buktinya tidak kuat-kuat, karena peserta rapat lainnya yang disebutkan Antasari sudah membantah," imbuhnya.

Burhanuddin juga menengarai, testimoni Antasari tersebut bisa dimanfaatkan politisi DPR untuk melakukan "bergaining position" bagi partai politiknya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut dia, sejak awal DPR RI menggunakan kasus Bank Century sebagai sarana "bargaining" politik dengan pemerintah.

Di sisi lain, Burhanuddin menlai, testimoni Antasari merupakan informasi penting bagi KPK untuk ditelusuri lebih lanjut.

Menurut dia, KPK memiliki tanggung jawab moral untuk menelusurinya lebih lanjut, seperti meminta keterangan dari Antasari sesuai petunjuk yang disampaikannya.

"KPK juga bisa meminta keterangan kepada nama-nama yang disebutkan Antasari Azhar," katanya.

(R024/k007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga