Selasa, 2 September 2014

Fakta-fakta pada penutupan Olimpiade London 2012

Senin, 13 Agustus 2012 08:00 WIB | 5.157 Views
Fakta-fakta pada penutupan Olimpiade London 2012
Fatboy Slim tampil pada penutupan Olimpiade London 2012 (Reuters)
Jakarta (ANTARA News) - Pesta upacara penutupan Olimpiade London 2012 diliputi oleh semangat "sangat Inggris" lewat seni, musik, serta fesyen yang banyak direferensi dari ledakan budaya tahun 1960an tetapi juga dibalut dengan nuansa modern.

Berikut fakta-fakta acara bertajuk A Symphony of British Music di Olympic Stadium itu.

1. Pembungkus koran menghiasi transformasi Olympic Stadium di perayaan penutupan dengan menampilkan kutipan dari sastrawan Inggris, mengambil dari karya Chaucer, Milton dan Shakespeare bersama penulis yang lebih modern seperti penyair Carol Ann Duffy.

"Itu adalah momen terbaik, itu adalah momen terburuk," dari karya Charles Dickens, A Tale Of Two Cities.

2. Distorsi lantai Union Jack, mendasari pembukaan yang menggambarkan London modern dengan lalu lintas yang ramai, Big Ben dan observatorium London Eye, yang didesain oleh seniman kultus Damien Hirst, yang mencerminkan dinamika seni Inggris. Hirst terkenal karena mencelupkan hiu mati dalam tangki formaldehida.

3. Pada pesta penutupan menyuguhkan beberapa penampilan British pop seperti Ray Davies dari The Kinks yang membawakan lagu populernya pada 1967 Waterloo Sunset, The Who, George Michael dan boyband asal Inggris yang sedang naik daun, One Direction. Ada satu segmen di mana Hackney Colliery Band - grup lokal dari London timur - mengiringi penampilan Madness, yang membawakan lagu Our House di atas truk yang berjalan.

4. Para mendiang penyanyi pop asal Inggris yang masih melegenda pun ikut mengisi pesta penutupan dan mendapat histeria yang luar biasa dari penonton. Di layar besar, tampil John Lennon yang menyanyikan Imagine dengan dukungan paduan suara dari kota kelahirannya, kota Inggris utara, Liverpool. Tak ketinggalan, rekaman dari Freddie Mercury yang diambil saat ia manggung di Wembley 1986 menampilkan kekuatan band-nya, Queen, yang masih melegenda.

5. Menampilkan gerakan budaya pop 1960-an yang paling dikenal di Inggris, 50 bendera subkultur di atas skuter yang mengelilingi arena, mengiringi penampilan The Who dengan lagu Pinball Wizard yang dibawakan Kaiser Chiefs. Lewat aba-aba, 20 perak pinball karet naik ke udara.

6. Olimpiade London telah berlalu. Penutupan perayaannya tidak berbeda dari 10 kota  yang langsung dikenali lewat taksi hitam yang menari-nari di area.

Dari lima kendaraan itu muncul Spice Girls, salah satu grup musik wanita Inggris yang paling sukses, dan reuni khusus untuk acara tersebut. Bahkan, Perdana Menteri David Cameron dan Walikota London, Borris Johnson, tampak mengepalkan tangan mereka ke atas saat lagu Spice Up Your Life dinyanyikan.

7. Fesyen Inggris pun mengambil panggung. Sembilan supermodel - termasuk Naomi Campbell dan Kate Moss - mondar mandir sepanjang lantai catwalk Union Jack dengan gaun emas. Kreasi yang akan muncul pada September nanti di majalah Vogue itu dirancang oleh desainer papan atas Inggris, Alexander McQueen dan Vivienne Westwood.

8. Momen mengharukan di tengah kemeriahaan adalah saat Presiden Komite Olimpiade Internasional Jacques Rogge dan Presiden Asosiasi Internasional Federasi Atletik Lamine Diack mempersembahkan medali kepada pemenang lari maraton putra sebagai sebuah tradisi di Olimpiade.

9. Sebuah gurita besar selebar 50 meter dengan 700 meter lampu dan kecepatan 20 mil per jam, menyebar di lantai Union Jack, mengiringi penampilan DJ Fatboy Slim yang memutarkan hits Right Here, Right Now.

10. Di tengah panggung tampil penyanyi rugby, penari Inggris, tentara Romawi dan penari Indian Bhangra, mengiringi Monty Python membawakan karya Eric Idle Always Look On The Bright Side of Life mendayu-dayu menggambarkan perjuangan Inggris yang harus mengeluarkan dana 9 milliar poundsterling untuk perayaan Olimpiade.

11. Paduan suara London Welsh Male Voice dan London Welsh Rugby Club Choir membawakan himne resmi Olimpiade seiring bendera Olimpiade yang semakin merendah ke tanah. Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes, yang mengibarkannya sebanyak empat kali, sesuai tradisi.

Dengan perhelatan Olimpiade berikutnya yang akan dilangsung empat tahun mendatang, pemain sepakbola terbaik Pele, para pemain Capoeira dan Copacabana ikut tampil menyaksikan prosesi tersebut.

12. Kemudian Rogge menutup resmi Olimpiade ke-30 di London itu dengan menyatakan Olimpiade London 2012 sebagai laga yang "membahagiakan dan megah" seiring kumandang lagu kebangsaan Inggris.

Lalu, penampilan band Inggris Take That dan rocker lawas The Who keluar panggung menutup pesta.

M047

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga