Sabtu, 23 Agustus 2014

Jokowi-Ahok disarankan tidak terpancing isu SARA

Senin, 13 Agustus 2012 19:27 WIB | 2.784 Views
Jokowi-Ahok disarankan tidak terpancing isu SARA
Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Basuki T Purnama (kanan).(ANTARA/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhati menyarankan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terpancing menanggapi isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) yang sengaja dihembuskan pihak tertentu.

"Saya agak khawatir bila genderang dan langgam yang dimainkan ini diikuti oleh Jokowi," kata Burhanudin dalam acara Diskusi Publik "Pilgub DKI Jakarta Kebhinekaan dalam Perspektif Al-Quran" di Jakarta, Senin.

Burhanuddin menyarankan pasangan Jokowi membuat langgam sendiri untuk menggalang dukungan dan tidak mengikuti arus isu yang sudah terbentuk.

"Marilah kita kembalikan arah pertarungan jauh lebih cerdas, dan semua pihak jangan terjebak. Kalau terjebak kita tidak bisa memperbaiki masalah besar Jakarta," katanya.

Burhanudin menyayangkan munculnya isu SARA menjelang Pilkada Jakarta putaran kedua yang mengalihkan perhatian calon pemilih dari visi dan misi calon pemimpin ibu kota yang akan bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Ia menjelaskan, pada putaran pertama Pilkada Jakarta calon pemilih masih dihadapkan pada pertarungan visi, misi, serta konsep dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Pada putaran kedua, diskusi baik di media massa maupun yang diperbincangkan kalangan masyarakat kini murni masalah SARA," sebutnya.

 (dny)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga