Sabtu, 25 Oktober 2014

"Wonderful Indonesia" di Korea Expo raih penghargaan Cosmos

| 4.616 Views
id anjungan wonderful indonesia, yeosu korea, blue economy, kementerian kelautan dan perikanan
Jakarta (ANTARA News) - Anjungan "Wonderful Indonesia" di Expo 2012 Yeosu Korea meraih penghargaan Cosmos, sebuah penghargaan bergengsi, dari BIE (Bureau Internationale des Expositions) setelah menyisihkan 10 negara nominasi terbaik.

BIE mengadakan penghargaan ini sebagai tradisi pada setiap expo internasional. Pertama mereka menominasi sepuluh (10) negara yang berhasil memamerkan paviliunnya selaras terhadap tema yang ditentukan. Indonesia terpilih sebagai pemenang tunggal diantara 10 negara nominasi terbaik, kata Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwynn Jusuf, yang hadir dalam acara penutupan Expo 2012 Yeosu Korea (12/8).

Dalam keterangan tertulisnya, Senin, Gellwynn mengatakan, anjungan Wonderful Indonesia mengambil tema "Sustaining Tropical Diversity" (Memelihara Keragaman Tropis), yang selaras baik pesan mau pun pelaksanaan aksinya dengan tema Expo 2012 Yeosu Korea yakni, "The Living Ocean and Coast: Diversity of Resources and Sustainable Activities" (Kehidupan Samudera dan Pesisir: Keragaman Sumberdaya dan Kegiatan yang Berkelanjutan).

Indonesia dianugerahi penghargaan karena pesan konservasi kelautannya. Sebagai hadiahnya, BIE dan Yayasan Jepang akan mentransfer dana sebesar 20.000 euro kepada Yayasan Pulau Banyak di Aceh Tenggara.

Dalam anjungannya itu pesan yang disampaikan adalah Indonesia adalah tempat dari 500 budaya yang berbeda-beda dan yang berbicara dalam 730 bahasa. Secara geografis, Indonesia memisahkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, yang membentuk Cincin Api Pasifik. Indonesia juga memiliki koleksi keanekaragaman hayati (biodiversitas) kelautan yag terkaya di dunia.

Paviliun kita juga menggambarkan bagaimana Indonesia memberi nilai dan mengelola biodiversitas tropisnya melalui konservasi ekosistem kelautan dan pesisirnya sementara tetap menghargai pentingnya tradisi-tradisi lokal masyarakat pesisir, bagaimana mereka hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya. KKP telah menentukan wilayah-wilayah tersebut sebagai Kawasan Konservasi Laut. Peraturan pemerintah dan adat yang memberikan mandat untuk wilayah konservasi merupakan bagian pembangunan berkelanjutan.

Gellwynn Jusuf mengatakan, selama expo telah dipamerkan berbagai aspek sejarah kelautan dan pembangunan pesisir serta masyarakat pesisir Indonesia, mulai dari jaman abad lampau sampai masa kini. Ditambahkannya, Anugrah ini telah membuat partisipasi kita pada expo bertaraf dunia ini menjadi sangat berarti dikarenakan ke depan paradigma Blue Economy yang digagas Indonesia menjadi konsep dasar pembangunan berbasis kelautan bagi negara-negara kepulauan di dunia. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga