Conakry (ANTARA News) - Sejumlah atlet dari Guinea dan Pantai Gading mengikuti jejak atlet-atlet asal Afrika lainnya yang menghilang menyusul perhelatan Olimpiade London, demikian disampaikan para ofisial pada Selasa.

Tiga atlet Guinea dan tiga atlet Pantai gading menghilang, menambah daftar panjang di mana 11 atlet Kongo dan Kamerun diduga ingin berusaha mencoba mengadu nasib di Eropa.

"Tiga anggota delegasi tidak kembali ke perkampungan atlet Olimpiade," kata Adama Doumbia, penasehat teknik pada Kementrian Olahraga dan hiburan Pantai Gading," kepada Reuters.

Ia tidak mengumumkan nama anggota-anggota delegasi yang hilang, namun mengatakan bahwa mereka adalah dua perenang dan seorang pelatih gulat.

Seorang ofisial Komite Olimpiade Guinea, yang tidak mau identitasnya diketahui, mengatakan pada Reuters bahwa perenang Dede Camara, atlet judo, Facinet Keita, dan pelari Aicha Toure telah hilang sejak Sabtu, sehari sebelum upacara penutupan.

Ofisial Olimpiade juga telah mencari atlet judo Republik Demokratik Kongo, tiga anggota lain dari delegasi negara itu, dan tujuh atlet Kamerun.

Komite penyelenggara Olimpiade London mengatakan mereka telah memberitahu polisi Inggris mengenai hilangnya atlet-atlet Kamerun, namun menambahkan bahwa para atlet tidak akan melanggar hukum imigrasi sampai visa mereka habis pada November. (RF/Z002)