Jumat, 1 Agustus 2014

Metode pemalsuan uang makin canggih

Rabu, 15 Agustus 2012 16:46 WIB | 5.271 Views
Metode pemalsuan uang makin canggih
Polisi menunjukan barang bukti uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak Rp. 34.900.000 dan seorang tersangka Tow bin Sal saat diperlihatkan kepada media di Mapolres Metro Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (12/8). Polisi berhasil mengungkap serta menangkap pengedar uang palsu setelah mendapat laporan dari bagian tiket Lion Air dimana tersangka membeli tiket pesawat tujuan Surabaya-Pontianak dan transit di Bandara Soekarno Hatta. (FOTO ANTARA/Muhammad Deffa)
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, mengatakan, metode pemalsuan uang makin canggih setiap tahun sehingga masyarakat diharapkan makin waspada terhadap peredaran uang palsu jelang Lebaran.

"(Peredaran uang palsu) tidak bisa dibilang marak tapi ada metode yang lebih canggih. Itu 'khan selalu ada upaya-upaya (pemalsuan) seperti itu," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Uang palsu rupiah diketahui diperdagangkan di antara pengedar dan penyimpan. Mereka memberi predikat uang palsu itu sebagai "layak bank" untuk mengelabuhi awam yang dituju. Bahkan, tanda air lembar uang kertas dan benang segel bisa ditiru sangat persis sehingga perlu waktu untuk mengetahui uang itu betul-betul palsu.

Nasution mengatakan Bank Indonesia telah merancang dan mencetak uang dengan sedemikian rupa sehingga tidak mudah untuk dipalsukan tapi kejadian pemalsuan uang selalu terjadi dan sulit untuk dicegah.

"Pada waktu kita merancang uang, (dalam pemilihan) bahan kertasnya, pengamannya, dan sebagainya, itu juga sebenarnya merupakan bagian dari upaya supaya tidak mudah dipalsukan atau ditiru," ujarnya.

Dia membantah peredaran dan pemalsuan uang saat ini sedang lazim terjadi namun upaya tersebut memang sering terjadi, serta berulang terus setiap tahun terutama menjelang hari raya.

"Sebetulnya kita sudah tahu kejadian-kejadian yang anda sebutkan tadi tapi jangan menganggap itu sudah marak. Dan itu memang selalu ada orang yang mencoba (memalsukan uang) itu," ujarnya.

Untuk itu, Bank Indonesia terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat agar mampu mengenali tekstur dan tanda-tanda uang asli agar mampu membedakan uang palsu secara kasat mata.

"Cara kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya jangan tertipu," kata Nasution. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga