Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) bisa menjadi utusan khusus Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi etnis Rohingya di Myanmar.

"Saya berharap Pak Jusuf Kalla dengan pengalamannya yang luas bisa menjadi special envoy kita agar kepedulian dan solidaritas Indonesia terhadap isu kemanusiaan Rohingya itu tepat dan tidak menimbulkan salah pengertian bagi Myanmar," katanya setelah menerima Jusuf Kalla di Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Yudhoyono mengatakan dia sudah berkomunikasi dengan Jusuf Kalla sebelum mantan wakil presiden itu berangkat ke Myanmar beberapa waktu lalu.

Presiden mengatakan, pemerintah Myanmar membuka diri untuk partisipasi Indonesia dalam membantu meredakan konflik berdarah yang menimpa etnis Rohingya, khususnya membantu para korban dan pengungsi.

"Pak Jusuf Kalla dan saya mengelola permasalahan di Ambon, dan Poso. Keadaannya, situasinya, kurang lebih seperti itu. Oleh karena itu, bagus kalau Indonesia mengambil peran yang konstruktif," katanya.

Menurut Yudhoyono, dalam hal ini Indonesia antara lain bisa membantu membangun rumah dan membagikan bahan makanan bagi para pengungsi Rohingya.

(F008)