Jakarta (ANTARA News) - Anak-anak yang menghabiskan lebih dari tiga perempat waktunya dengan aktivitas yang tidak membuat tubuh bergerak seperti menonton televisi dan komputer, mempunyai kemampuan motorik sembilan kali lebih buruk dari anak-anak seusianya.

"Kami tahu bahwa gaya hidup praktis saat ini berdampak negatif bagi kemampuan motorik dan juga mengurangi kebugaran tubuh, percaya diri, pencapaian akademis, dan meningkatkan obesitas," kata Dr. Luis Lopes dari University of Minho, kepala peneliti.

Penelitian ini dilakukan terhadap 200 anak laki-laki dan perempuan umur 9-10 tahun dari 13 sekolah dasar di Portugal, yang diamati gaya hidupnya.

Aktivitas fisik anak-anak itu diukur dengan akselerometer, alat yang merekam gerakan. Kemampuan motorik diukur dengan beberapa tes seperti kemampuan melompat, lompat halang rintang, serta keseimbangan.

Orangtua anak yang berpartisipasi dalam penelitian itu juga diberikan kuesioner untuk mengetahui gaya hidup sang anak.

Peneliti menemukan, menurunnya kemampuan motorik terjadi pada anak-anak yang menghabiskan 70 persen waktu tanpa aktivitas fisik. Anak laki-laki lebih rentan daripada perempuan.

Anak perempuan yang menghabiskan 77,3 persen dengan aktivitas tidak bergerak punya kemampuan motorik 4-5 kali lebih buruk dari anak yang aktif.

Sementara anak laki-laki yang aktivitasnya cenderung pasif lebih dari 76 persen punya kemampuan motorik 5 hingga 9 kali lebih buruk.

"Sangat jelas bahwa kebiasaan gaya hidup minim aktivitas membawa pengaruh besar pada koordinasi motorik anak," kata Lopes.

Studi terbaru melaporkan bahwa waktu bermain anak-anak berkurang 20 menit sehari padahal waktu yang direkomendasikan setidaknya 60 menit aktivitas fisik.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain di luar lebih sehat dan bahagia ketimbang anak-anak yang menghabiskan waktunya di dalam rumah tanpa aktif bergerak, demikian seperti yang dikutip dari laman Medicaldaily.

(nan)