Rabu, 1 Oktober 2014

Peneliti temukan cara otak membersihkan diri

Jumat, 17 Agustus 2012 16:50 WIB | 2.956 Views
Peneliti temukan cara otak membersihkan diri
Gambaran otak manusia. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Peneliti menemukan bagaimana cairan yang mengalir melalui susunan syaraf bisa membantu membersihkan otak dari sisa-sisa racun yang bisa menyebabkan gangguan seperti Alzheimer dan Huntington.

Peneliti yang berbasis di University of Rochester (U.R.), University of Oslo dan Stony Brook University, di Amerika Serikat menggambarkan keberadaan sungai pembersih di otak, sebuah aliran cairan yang membilas tumpukan protein terkait Alzheimer, Huntington, dan kelainan degeneratif syaraf lain.

Menurut hasil studi yang publikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine, ahli syaraf dari U.R, Maiken Nedergaard, dan mitranya berhasil mengidentifikasi sistem pembersihan otak yang lebih cepat tersebut.

Nedergaard, seorang ahli sel otak non-neuron yang disebut glial, sudah lama menduga sel-sel glial berperan dalam pembersihan otak.

Laman jurnal imiah Nature menyebutkan, Nedergaard dan mitranya mempelajari tikus hidup dengan lubang di tengkorak mereka untuk melihat bagaimana limbah dibawa cairan cerebrospinal pada tikus hidup.

Mereka menyuntikkan molekul radioaktif supaya bisa melakukan pelacakan menggunakan teknologi pemindaian laser.

Perjalanan molekul dimulai setelah disuntikkan ke ruang subarachnoid, sebuah rongga diantara membran yang menyelimuti otak dan syaraf tulang belakang.

Menurut pengamatan para peneliti, seperti sungai, cairan cerebrospinal membawa molekul-molekul ini secara cepat melalui saluran khusus. 

Sel glial di sepanjang bagian luar arteri membentuk saluran untuk cairan cerebrospinal yang mengikuti pembuluh darah otak.

Selain itu peneliti juga menemukan bahwa sel-sel glial bertindak sebagai perantara aktivitas saluran, membantu aliran cairan melalui saluran.

Dari saluran sepanjang arteri, cairan pelacak kemudian melalui jaringan otak. Pada akhir jaringan yang lain, dia mengalir dalam saluran yang sama di sepanjang vena kemudian kembali ke ruang subarachnoid.

Setelah ruang subarachnoid, cairan akan masuk ke aliran darah atau akhirnya terkuras ke sistem limfatik sehingga peneliti kemudian menyebut jaringan ini sistem "glymphatic," merujuk pada sel glial yang punya kesamaan fungsi dengan sistem limfatik.

Ahli syaraf U.R dan penulis utama studi itu, Jeff Iliff, mencatat beberapa kejutan dalam studi tersebut. "Saya tidak berpikir kami akan melihat aliran cairan ini melalui otak," katanya.

Dia menjelaskan pula bahwa konsepsi sebelumnya tentang peran cairan cerebrospinal dalam pembuangan limbah menunjukkan proses satu jalan, mengirimkan partikel pembawa cairan dari otak ke tubuh.

Tapi mereka malah melihat aktivitas pendaurulangan yang mengembalikan sekitar 40 persen cairan ke otak.
(*)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca