Semarang  (ANTARA News) - Dua hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, berinisial KM dan HK, yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga menerima suap, diberangkatkan ke Jakarta melalui Bandara Ahmad Yani sekira pukul 19.00 WIB.

Di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) di Semarang, Jumat petang, tiga terperiksa KPK tersebut meninggalkan ruang pemeriksaan sementara di lantai empat sekitar pukul 18.00 WIB dengan pengawalan beberapa petugas KPK.

Kedua hakim tersebut adalah KM (Kartini Marpaung) yang merupakan hakim ad hoc pengadilan Tipikor Semarang, dan HK (Heru Kusbandono), hakim ad hoc pengadilan Tipikor Pontianak. Keduanya adalah mantan pengacara.

Selain dua hakim, KPK juga menangkap SD (Sri Dartuti) yang diduga menjadi penghubung dengan orang yang perkaranya sedang diperiksa di pengadilan Tipikor Semarang.

Terperiksa KM terlihat menangis sambil terus menundukkan kepalanya untuk menghindari sorotan kamera wartawan saat berjalan menuju ke mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-999-FN dengan pengawalan petugas kejaksaan.

SD yang keluar pertama kali juga tidak bersedia memberikan pernyataan kepada wartawan, sedangkan HK terlihat berjalan santai menuju mobil yang akan membawanya ke bandara.

Pada Jumat (17/8) pagi, pukul 10.00 WIB, tim KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua orang hakim ad hoc pengadilan Tipikor di Semarang.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan ANTARA News, kasus yang sedang ditangani KM di Pengadilan Tipikor Semarang adalah kasus tindak pidana korupsi Anggaran Pemeliharan Mobil Dinas Sekretariat DPRD Kabupaten Grobogan 2006-2008 dengan terdakwa Ketua DPRD Grobogan nonaktif, M. Yaeni dengan kerugian keuangan negara yang mencapai Rp1,9 miliar.
(U.KR-WSN/C004)