Minggu, 31 Agustus 2014

Tangkap hakim Tipikor, KPK dipuji DPR

Jumat, 17 Agustus 2012 19:44 WIB | 1.941 Views
Tangkap hakim Tipikor, KPK dipuji DPR
Tjatur Sapto Edy. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat rekor baru dengan menangkap tangan dua hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah. 

"Saya kira ini adalah rekor pertama Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap hakim ad hoc tipikor. Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada KPK yang sudah berhasil melakukan OTT terhadap dua hakim ad hoc tipikor dan seorang pengusaha," kata Tjatur kepada wartawan di Jakarta, Jumat. 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu juga mengapresiasi Mahkamah Agung karena mempersilakan KPK menggelar operasi OTT terhadap dua hakim ad hoc Tipikor. 

"Apresiasi juga saya sampaikan kepada MA yang sudah berinisiatif menyerahkan data dan informasi untuk difollow up oleh KPK. Selamat kepada KPK dan MA," kata Tjatur. 

Ditambahkan, Komisi III DPR RI, tertangkap tangannya dua hakim ad hoc Tipikor itu akan menjadi bahan evaluasi Komisi III DPR. 

"Kami begitu concern terhadap hal ini karena penghasilan hakim ad hoc Tipikor sudah sedemikian tinggi. Dalam criminal justice system, peradilan yang bersih adalah mutlak karena merupakan benteng terakhir penjaga hukum dan keadilan," kata Tjatur. 

KPK menangkap basah dua orang hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan satu orang yang diduga sebagai penghubung. 

"Sekitar pukul 10.00, KPK bersinergi dengan Mahkamah Agung telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga orang, dua di antaranya adalah hakim ad hoc Tipikor," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. 

Penangkapan tersebut dilakukan di lapangan parkir Pengadilan Negeri Semarang. Nilai suap yang menjadi barang bukti berjumlah lebih dari Rp100 juta, jelas Bambang. 

"Nama yang ditangkap adalah KM (Kartini Marpaung) dan HK (Heru Kusbandono), keduanya adalah hakim ad hoc Tipikor yang juga mantan pengacara, serta SD (Sri Dartuti) yaitu orang yang mempunyai hubungan dengan orang yang perkaranya sedang diperiksa pengadilan Tipikor Semarang," ungkap Bambang. 

Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung yang juga Juru Bicara MA Djoko Sarwoko menjelaskan bahwa salah satu hakim ditempatkan di Pontianak. 

"KM adalah hakim ad hoc Tipikor perempuan angkatan pertama yang diterima pada 2009 sedangkan HK adalah hakim ad hoc angkatan ketiga yang ditempatkan di Pontianak," jelas Djoko. 

Djoko terkejut dengan penangkapan HK tersebut. 

"Saya juga terkejut, mengapa hakim ad hoc di Pontianak juga ngobyek di Semarang, hal ini menjadikan kredibilitas lembaga semakin buruk," tambah Djoko.

Penangkapan hakim ini bukan pertama kali dilakukan KPK. Sebelumnya KPK menangkap hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara DKI Jakarta, hakim niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan hakim Pengadilan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Bandung, Imas Dianasari. 

(Zul) 

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga