Sabtu, 25 Oktober 2014

PBB tunjuk utusan baru untuk Suriah

| 3.467 Views
id utusan perdamaian suriah pbb, lakhdar brahimi, ban ki-moon
Sekjen menghargai keinginan Brahimi untuk memberikan kemampuan dan pengalamannya yang teruji bagi tugas penting ini..."
Moskow (ANTARA News) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan utusan perdamaian bagi Suriah yang sebelumnya Kofi Annan, telah diganti posisinya oleh mantan menteri luar negeri Algeria, Lakhdar Brahimi.

Brahimi (78) secara resmi menerima posisi tersebut dan akan melanjutkan sejumlah upaya solusi diplomatis atas krisis Suriah, kata Deputi Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon, Eduardo del Buey, lapor RIA Novosti.

"Sekjen menghargai keinginan Brahimi untuk memberikan kemampuan dan pengalamannya yang teruji bagi tugas penting ini, yang mana dia akan membutuhkan, dan sangat berharap, terhadap dukungan masyarakat internasional yang kuat, tegas dan bersatu, termasuk Dewan Keamanan PBB," kata de Buey.

Pemerintah Moskow menyambut penunjukan Brahimi dan memberikan dukungan kepada dia.

"Kami harap upaya dari diplomat berpengalaman ini akan mempercepat penghentian kekerasan dan pendudukan politis di Suriah," kata Utusan Rusia di PBB Vitaly Churkin.

Dia menjelaskan Rusia akan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh Brahimi.

Sedangkan Annan yang mendapat posisi tersebut pada Februari 2012 dan mencanangkan enam poin rencana perdamaian dalam menangani konflik Suriah mengatakan pada awal Agustus 2012 bahwa dia akan mengakhiri jabatannya pada akhir bulan.

Dia beralasan itu karena kebuntuan dalam Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan krisis politik saat ini di Suriah.

Menurut perhitungan sejumlah kelompok oposisi Suriah, sejak Maret 2011, konflik Suriah telah menelan korban sebanyak 20 ribu jiwa.

Sejumlah negara Barat mendesak Presiden Suriah, Bashar Al Assad, untuk mundur dari kepemimpinannya sementara Rusia dan China mencoba mencegah campur tangan pihak asing di Suriah.

Kedua negara itu mengatakan pemerintahan Assad dan pihak oposisi bersalah atas kerusuhan berdarah tersebut. (B019)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga