Beirut (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, Jumat (17/8), memperingatkan kelompoknya akan membuat hidup orang Yahudi jadi di neraka, jika organisasi itu diserang, demikian laporan National News Agency (NNA).

Dalam perayaan "Hari Al-Quds", Nasrallah mengatakan dalam pidato melalui televisi, "Ada sasaran (Israel) di wilayah pendudukan Palestina yang dapat diserang oleh sejumlah rudal kecil."

Ia menambahkan, "Jika kami dipaksa menggunakannya untuk melindungi rakyat kami dan negara kami, kami takkan ragu untuk melakukannya dan itu akan mengubah hidup ratusan ribu orang Yahudi jadi hidup di negara."

Nasrallah memperingatkan mengenai "puluhan ribu kematian, dan bukan hanya 300 sampai 500 korban jiwa", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu. Hizbullah, katanya, telah memilih semua sasaran itu.

Pada Juli, seorang jenderal Israel memperingatkan Hizbullah akan membayar tebusan sangat besar jika organisasi tersebut menembakkan roket ke negara Yahudi.

Brigadir Jenderal Israel Herzi Halevi, komandan divisi utara Israel, mengatakan, "Jika kami terlibat perang lagi, Israel akan menyerang Hizbullah dengan sangat keras, cepat, secepat yang dapat kami lakukan guna menghentikan penembakan dari Lebanon ke Israel."

Ia juga mengatakan kota kecil di Lebanon selatan yang digunakan sebagai landasan serangan bagi serangan roket Hizbullah akan "dihancurkan".

Nasrallah menyatakan "apa yang terjadi dalam dua hari belakangan di luar kendali Hizbullah dan gerakan Amal". Ia memperingatkan, "Situasi berputar ke luar kendali akibat kekacauan politik dan media."

"Kami berusaha mencegah pemrotes menghalangi jalan ke bandar udara tapi gagal," katanya.

Mengenai masalah peziarah yang diculik di Suriah, Nasrallah mengatakan, "Masalah orang yang diculik telah menjadi tragedi kemanusiaan, permainan media dan sumber pemerasan utama politik." (C003)