Lebak (ANTARA News) - Jumlah kiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lebak, Banten, sejak Januari-Agustus 2012 mencapai Rp50 miliar melalui transaksi pengiriman "Western Union".

"Pengiriman uang TKI Lebak pada Lebaran tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun 2011," kata Supervisor Layanan PT Pos Indonesia Kantor Pos Lebak Yoyo Rahmat di Rangkasbitung, Sabtu.

Ia mengatakan mereka para TKI Lebak yang mengirimkan uang kepada keluarga di kampung melalui transaksi "Western Union" kebanyakan dari Arab Saudi dan Malaysia.

Pengiriman uang TKI tersebut, tentu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlebih Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah.

Selama ini, ujar dia, para TKI bisa membantu program pemerintah dengan adanya peningkatan kesejahteraan, terutama di kampung-kampung para TKI bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

"Dengan pengiriman uang TKI hingga miliaran rupiah dipastikan bisa mendorong ekonomi keluarga," katanya.

Yoyo menyebutkan, warga Kabupaten Lebak yang bekerja di luar negeri tersebar di Kecamatan Cipanas, Sajira, Wanasalam, Cilograng, Cibeber, Malingping, Curugbitung, Cijaku, Cibadak, Warunggunung, Kalanganyar Cimarga, Rangkasbitung, dan Maja.

Mereka kini mampu membangun rumah, membeli sawah, kebun cengkih, dan membeli sepeda motor, bahkan banyak anak-anak mereka bisa kuliah hingga perguruan tinggi.

"Saat ini ekonomi masyarakat di kampung-kampung TKI cukup bagus dan sejahtera," ujarnya.

Di tempat terpisah, Yogi, petugas Pegadaian Rangkasbitung mengaku saat ini pengiriman uang melalui "Western Union" mencapai Rp1,7 miliar.

"Saat ini para TKI mengirim uang melalui transaksi 'Wester Union' Pegadaian," katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Lebak, Suprapto mengatakan mereka TKI Lebak yang bekerja di luar negeri kebanyakan ke Timur Tengah sebagai penata rumah tangga, pengemudi, dan pegawai hotel.

"Para TKI bisa mengirimkan uang ke kampung Rp10 miliar per bulan, sehingga dapat membantu ekonomi keluarga menjadi hidup yang lebih baik," katanya. (ANT)