Sabtu, 18 Agustus 2012 18:47 WIB | 3573 Views
Jakarta (ANTARA News) - Banjir bandang melanda kawasan Desa Naga Timbul Liang Pangi, Kecamatan Leuser, sekitar pukul 03.00 Wib dini hari, sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1433 H.
Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Indra Gunawan ketika dihubungi melalui telepon di Jakarta, Sabtu mengatakan bahwa sementara pihaknya beserta Dinas Sosial sudah mengevakuasi korban ke tempat-tempat umum yang jauh dari banjir.
Indra juga mengatakan bahwa empat dari enam orang yang dilaporkan hilang sebelumnya sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian untuk dua orang lainnya.
Dari bencana ini juga dilaporkan sebanyak 77 rumah rusak dengan rincian 40 rumah hancur total, dan 37 rumah rusak berat.
"Untuk yang rusak ringan masih belum bisa kita deteksi, karena jumlahnya sangat banyak," ujar Indra.
Selain itu, dilaporkan juga bahwa adanya jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang tersebut sebanyak tujuh titik, dan hampir tiga kilometer jalan hancur akibat tergerus arus air yang sangat kuat.
"Pembukaan jalan yang hancur harus dilakukan dengan alat berat, namun diperkirakan baru tiga hingga empat hari baru akan tiba di lokasi karena lokasinya yang sangat jauh, bahkan harus melintasi provinsi Sumatera Utara," tambah Indra.
Kerusakan keseluruhan belum dapat dihitung, karena sulitnya akses menuju lokasi karena medan berat dan berada di pegunungan.
Desa Naga Timbul Liang Pangi berjarak hampir 70 km dari Kota Kutacane. Kawasan yang dihantam banjir bandang ini hanya dapat dicapai dengan kendaraan gardan dua.
(A050/Z003)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku gugup dan berkeringat (kemringet dalam bahasa Jawa) saat didaulat menjadi ...
Umat Budha di Kuta, Kabupaten Badung, Bali melakukan berbagai kegiatan dan persiapan menyambut perayaan Hari Tri Suci ...
Kantor lama Bupati Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara akan dijadikan pusat perbelanjaan.