Selasa, 23 Desember 2014

Pekanbaru berpotensi dikepung asap

| 3.165 Views
id kebakaran hutan, kabut asap, pekanbaru, lebaran, shalat id
Pekanbaru berpotensi dikepung asap
ilustrasi Kabut Asap Kabut asap terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Rabu Provinsi Riau. (FOTO ANTARA/Fachrozi Amri)
"Kabut asap masih berpotensi melanda sebagian besar Kota Pekanbaru pada perayaan Shalat Idul Fitri besok,"
Pekanbaru (ANTARA News) - Kota Pekanbaru, Riau, berpotensi dikepung kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan pada Perayaan Idul Fitri 1433 H pada Minggu (19/8).

"Kabut asap masih berpotensi melanda sebagian besar Kota Pekanbaru pada perayaan Shalat Idul Fitri besok," kata Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami di Pekanbaru, Sabtu sore.

Menurutnya, hujan yang mengguyur kota itu sejak dua hari terakhir belum mampu meminimalisasi kemunculan titik panas secara optimal, sehingga kabut asap yang merupakan dampak dari peristiwa itu masih berpotensi mengepung.

Dilihat dari hasil pendeteksian satelit NOAA, demikian Sanya, memang kemunculan titik panas di Riau berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Kendati demikian, kata dia, hal tersebut masih belum mampu untuk menghalangi kemunculan kabut asap pada tepat hari perayaan Shalat Idul Fitri 1433 H.

"Terpantau saat ini, titik panas masih ada di sejumlah wilayah Riau, seperti di Kabupaten Rokan Hilir, Kampar dan lainnya," katanya.

Jika terjadi hujan malam ini, kata. Sanya, maka akan terjadi pemadaman beberapa titik panas yang pada akhirnya justru menimbulkan kepungan kabut asap di perayaan Lebaran umat muslim.

"Namun kemungkinan, kabut asap pada Lebaran besok tidak separah sebelumnya," kata dia.

Jarak pandang kemungkinan menurut dia, masih berada di atas 2.000 meter, khususnya pada pagi hingga siang hari.

"Kondisi demikian masih bisa ditembus oleh jenis pesawat apapun, sehingga aktivitas di bandara akan masih cenderung normal," katanya.

Hanya saja, kata dia, BMKG mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi kerawanan kabut asap tersebut terhadap fisik atau kesehatan.
(KR-FZR/N005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga