Sabtu, 20 Desember 2014

Kapolda: banjir Aceh Tenggara akibat illegal logging

| 4.462 Views
id banjir bandang, illegal logging, pembalakan liar, lauser aceh tenggara
Ini menjadi keprihatinan dari peristiwa yang terjadi di akhir Ramadan...."
Banda Aceh (ANTARA News) - Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan, menyatakan banjir bandang yang menghantam kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggar akibat masih adanya aksi pembalakan liar (illegal logging).

"Salah satu penyebab banjir bandang Aceh Tenggara yang telah menelan korban jiwa itu akibat masih adanya praktek illegal logging," katanya kepada ANTARA seusai pelepasan takbiran di Banda Aceh, Sabtu malam.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh Iskandar Hasan menanggapi bencana banjir bandang di Aceh Tenggara pada Sabtu (18/8) dini hari.

Aceh Tenggara merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.

Praktek illegal logging telah berdampak kesengsaraan kepada masyarakat dan pihak kepolisian tidak menolerir praktek pelanggaran hukum, khususnya pembalakan liar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Ia menyebutkan, informasi terakhir diperoleh ada enam orang di kecamatan Leuser telah menjadi korban dan dua orang diantaranya ditemukan tewas, dan empat masih dalam pencarian.

Kapolda Irjen Iskandar Hasan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Kapolres Aceh Tenggara untuk membantu penangganan darurat, khususnya pencarian korban yang belum ditemukan.

"Ini menjadi keprihatinan dari peristiwa yang terjadi di akhir Ramadan. Saya sudah meminta Kapolres Aceh Tenggara agar menurunkan tim evakuasi masyarakat dan ikut membersihkan areal penduduk yang tertimpa musibah," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Indra Gunawan banjir juga diakibatkan curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir di empat desa di kabupaten "seribu bukit" itu yakni Naga Timbul, Suka Damae, Sepakat, dan Desa Punce Nali, Kecamatan Leuser. (A042)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga