Selasa, 30 September 2014

Gorengan, bakso dan cukur rambut "menghilang" di Denpasar

Minggu, 19 Agustus 2012 14:20 WIB | 7.651 Views
Gorengan, bakso dan cukur rambut
Ilustrasi pedagang jajanan pasar(ANTARA/Feri)
sudah keliling sepanjang jalan di Desa Dalung satu pun tidak melihat tukang cukur yang buka."
Denpasar (ANTARA News) - Masyarakat kota Denpasar dan sekitarnya mengaku sulit bisa membeli makanan camilan seperti goreng-gorengan beberapa hari terakhir ini dan puncaknya 19-20 Agustus 2012 akibat pedagangnya hampir semuanya mudik.

"Saya sulit bisa membeli goreng-gorengan maupun bakso di Denpasar sekarang ini," kata Made Saba saat berkunjung ke objek wisata Pantai sanur, Minggu dan kondisi itu terjadi setiap masa Lebaran tiba.

Para pedagang goreng-gorengan yang biasanya mangkal di pingiran jalan aspal maupun dekat pasar-pasar tradisional maupun mini market di daerah ini, sekarang merayakan Lebaran di kampung halamannya.

Bukan goreng-dorengan yang sulit didapatkan saat ini, untuk potong rambut juga susah. "Saya sudah keliling sepanjang jalan di Desa Dalung satu pun tidak melihat tukang cukur yang buka," tutur Made Sunantra.

Situasi kota Denpasar, sedikit lenggang dari arus kendaraan bermotor yang biasanya mengalami kemacetan, pada Lebaran hari pertama agak sepi dan roda ekonomi melambat.

Sedikit jumlah kendaraan lalu lalang di jalan raya termasuk dari jurusan Denpasar- Gilimasnuk mengakibatkan omset penjualan bahan bakar minyak (BBM) lewat SPBU juga terasa berkurang hingga 60-70 persen.

"Saya baru bisa istirahat karena pengendara motor relatif sedikit," kata Made Maya petugas SPBU di jalan Gatot Subroto Denpasar sambil santai menuangkan bahan bakar minyak ke tangka motor pembelinya.

Kondisi ini berlangsung paling lama tiga hari kemudian akan pulih kembali karena banyak bus-bus pariwisata yang mengangkut wisatawan dalam rangakain Lebaran berdatangan sehingga penjualan BBM akan normal kembali, kata dia.





(ANT-077)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga