Rabu, 24 September 2014

India salahkan Pakistan atas eksodus pekerja migran

Minggu, 19 Agustus 2012 15:42 WIB | 3.557 Views
New Delhi (ANTARA News) - India menuduh Pakistan mengirim pesan mengancam di Internet, yang memicu eksodus migran dari Bangalore dan Mumbai ke kampung mereka di daerah baratlaut.

"Agen kami menemukan sebagian besar pesan ini dimuat di beberapa laman di Pakistan," kata Menteri Dalam Negeri RK Singh kepada wartawan pada Sabtu.

"Ini adalah yang pertama kali dari pesann serupa itu dan kami yakin itu patut dicela."

Eksodus itu dipicu oleh ancaman-ancaman yang dikirim melalui telepon seluler dan Internaet bahwa orang-orang dari negara bagian Assam di timur laut India akan diserang oleh warga Muslim setelah berakhirnya Ramadan untuk membalas aksi kekerasan etnik.

Media lokal memberitakan lebih dari 35.000 orang meninggalkan kota-kota Bangalore dan Mumbai dalam beberapa hari belakangan ini.

Kereta-kereta api tambahan dikerahkan untuk menampung para mahasiswa dan pekerja yang panik.

Bentrokan tiga minggu di Assam antara para anggota suku Bodo dan warga Muslim menewaskan 80 orang dan menyebabkan lebih dari 400.000 orang terlantar.

Singh mengatakan India akan mengajukan satu protes resmi kepada Pakistan.

"Kami akan mengajukan masalah ini kepada Pakistan, saya yakin mereka akan lepas tangan tetapi para teknisi kita akan memutuskan," katanya.

India melarang pesan-pesan teks untuk sementara dalam usaha menghentikan ancaman dan rumor-rumor menghasut itu meluas. Polisi di kota Bangalore selatan juga menangkap tiga orang karena menyebarkan gambar kekejaman dan video klip di seluruh India.

Gambar-gambar penyiksaan terhadap warga Muslim memicu ketegangan dan penduduk yang berasal dari timur laut diserang di kota-kota bagian barat dan selatan.

Perdana menteri Manmohan Singh mengatakan yang mengipas-ngipaskan rumor itu harus dihukum dan mengatakan "keharmonisan masyarakat" dipertaruhkan.

India dan Pakistan terlibat dalam tiga kali perang sejak merdeka tahun 1947, dua di antaranya di wilayah Kashmir, yang terbelah dua oleh Garis Pengawasan yang dijaga ketat militer dan kedua negara mengklaim seluruh wilayah tiu.

Tahun lalu kedua negara memulai kembali proses perdamaian mereka yang tersendat-sednat, yang ambruk setlah pria-pria bersenjata ari Pakistan membunuh 166 orang di Mumbai November 2008.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga