Selasa, 2 September 2014

China tentang pendaratan aktivis Jepang di Diaoyu

Minggu, 19 Agustus 2012 23:27 WIB | 3.597 Views
Beijing (ANTARA News) - Beijing menentang keras pendaratan aktivis Jepang di Pulau Diaoyu, Minggu, dan mendesak Jepang tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kedaulatan China. Pulau itu diklaim Jepang dan China sebagai wilayah kedaulatan.

Sejumlah aktivis Jepang itu mendarat di Diaoyu, setelah 14 aktivis China sebelumnya juga mendarat di sana menggunakan kapal-kapal nelayan Hong Kong. Sebanyak 14 aktivis China itu ditangkap aparat penegak hukum Jepang, Rabu (14/8), dan dibebaskan dan dipulangkan ke China, Jumat (17/8).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Qing Kang, mengatakan, tindakan ilegal Jepang iu sungguh telah melanggar kedaulatan China dan pemerintah China telah mengajukan nota keberatan kepada perwakilan pemerintah Jepang di Beijing.

"Jepang seharusnya bisa berlaku lebih proposional dalam menyikapi sengketa Pulau Diayou, bukan justru melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak hubungan baik China-Jepang," katanya.

Sekitar 150 praktisi hukum dan sejumlah anggota sayap kanan Jepang tiba di perairan sekitar Pulau Diaoyu untuk mengenang dan menghormati sejumlah tentara yang meninggal dunia saat Perang Dunia II. Selain itu sekitar 10 orang aktivis Jepang juga mendarat di Pulau Diaoyu.

Pihak penjaga pantai Jepang telah mengkonfirmasikan sekitar sembilan aktivis Jepang telah mendarat di Diaoyu, demikian diberitakan media setempat.

NHK melaporkan kapal penjaga pantai Jepang menemukan sembilan aktivis mendarat di Diaoyu, Minggu pagi, sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

Selain mengenang para pejuang yang gugur dalam Perang Dunia II pada 1945, para aktivis dan 150 orang praktisi hukum dan anggota sayap kanan Jepang bermaksud melihat langsung kondisi nelayan di sekitar Pulau Diaoyu.

(R018/M016)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga