Kamis, 23 Oktober 2014

Bentrokan, protes nodai Idul Fitri di Suriah

| 5.688 Views
id idul fitri suriah, bentrokan oposisi lawan pemerintah, damaskus dan aleppo
Damaskus (ANTARA News) - Bentrokan dan protes melanda beberapa bagian negara Suriah pada Ahad, hari pertama Idul Fitri 1433 H., salah satu hari raya paling penting dalam kalender Islam, yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan tentara pemerintah memburu orang bayaran yang menjadi pelaku teror di Saif ad-Dawla, Bustan al-Qasr, Bawabat al-Qasab, Souk as-Souf dan Qastal al-Harami di Provinsi Aleppo, Suriah utara, sementara sejumlah pelaku teror telah tewas.

Di Provinsi Daraa, Suriah selatan, pihak berwenang memburu sisa kelompok bersenjata di Kota Kecil al-Hirak, setelah menewaskan sejumlah dari mereka dan membekuk sebagian lagi. Prajurit pemerintah terus membersihkan daerah al-Lujat, kata laporan itu.

Kantor berita Suriah tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin pagi, menyatakan banyak pria bersenjata telah disingkirkan di Daraa.

Sementara itu, pasukan perbatasan telah menggagalkan berbagai upaya oleh kelompok pria bersenjata untuk menyusup ke dalam wilayah Suriah dari Lebanon.

Ahmad Munir, Gubernur Provinsi Homs di Suriah tengah, Ahad (19/8), mengatakan "personel bersenjata kita yang ulet" akan terus menghadapi persekongkolan melawan Suriah guna memulihkan kestabilan dan keamanan, serta melindungi harta negara dan masyarakat.

Pernyataan Munir disampaikan selama kunjungannya ke personel militer yang cedera di beberapa rumah sakit militer.

Di pihak oposisi, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia menyatakan seorang gerilyawan tewas pada Ahad, setelah bentrokan dengan pasukan pemerintah di permukiman al-Qadam di Ibu Kota Suriah, Damaskus. Ditambahkannya, bentrokan itu mengakibatkan rusaknya satu kendaraan militer dan merenggut delapan korban jiwa atau cedera.

Beberapa protes anti-pemerintah, katanya, terjadi Ahad, saat perayaan Idul Fitri. Protes tersebut terjadi di beberapa kota besar di Provinsi Idlib, Hama di Suriah tengah dan beberapa daerah Damaskus.

Sementara itu, Komite Koordinasi Lokal, satu lagi jaringan pemrotes, menyatakan pinggiran kota Damaskus --Daryya, Jdaidat Artoz dan Housh Arab-- telah digempur oleh militer pemerintah.

Pernyataan pegiat tersebut tak bisa diabsahkan secara tepat, saat kerusuhan 17-bulan di Suriah telah berubah jadi konflik bersenjata, yang berarti kebanyakan daerah bermasalah dipenuhi anggota bersenjata Tentara Suriah Bebas serta kelompok lain tak dikenal yang bersenjata.

Gerilyawan bersenjata telah berusaha menyulut bentrokan dengan tentara pemerintah di daerah permukiman di seluruh negeri itu, yang paling akhir di Damaskus dan Aleppo --pusat komersial dan kota terbesar di Suriah. (C003)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga