Jumat, 1 Agustus 2014

TKW asal Banjarnegara diduga hilang di Arab Saudi

Senin, 20 Agustus 2012 20:32 WIB | 3.086 Views
Banjarnegara (ANTARA News) - Seorang tenaga kerja wanita asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Warsinem (33) dilaporkan hilang di Arab Saudi sejak tujuh tahun silam.

"Anak saya sudah tujuh tahun tidak ada kabar beritanya," kata ibunda Warsinem, Salinem (67) kepada wartawan di Banjarnegara, Senin.

Menurut dia, Warsinem berangkat menjadi TKW pada tahun 1993 atau beberapa bulan setelah menikah dengan Suhadi.

Dia diberangkatkan oleh Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT AB Jakarta.

Sementara suami Warsinem, Suhadi bekerja pada sebuah perusahaan automotif di Jakarta namun setahun kemudian meninggal dunia.

Salinem mengatakan bahwa Warsinem dalam beberapa tahun pertama sering berkomunikasi dengan keluarganya di Desa Derik RT 04 RW 03, Kecamatan Susukan, Banjarnegara.

Selain itu, Warsinem juga pernah tiga kali mengirim uang untuk keluarganya, yakni sebesar Rp1,5 juta pada tahun 1996, Rp800 ribu pada tahun 1997, dan Rp6,3 juta pada tahun 2003.

"Warsinem tidak pernah menyebutkan dengan jelas alamat majikannya karena dalam surat hanya tertulis Radhi Ali Husen Al Atiyah, PO Box 30131 Alhasa, Ashakeeka 3192 KSA. Dia pernah mengatakan bahwa majikannya bekerja sebagai polisi negara dan memiliki empat anak," katanya.

Menurut dia, Warsinem terakhir berkirim surat pada tanggal 30 Mei 2005. Namun, surat itu dialamatkan kepada bibinya di Desa Karangjati yang berdekatan dengan Desa Derik.

Dalam surat itu, Warsinem mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari majikan dan anaknya.

Dia juga mengaku jika baru sembuh setelah dirawat selama empat bulan di rumah sakit sehingga belum bisa kirim uang untuk keluarganya.

Warsinem berpesan kepada Darsem agar penderitaan yang dialaminya tidak diceritakan kepada ibundanya.

"Darsem sempat menelepon Warsinem. Dia juga menceritakan penderitaan yang dialaminya kepada bibinya ini," kata Salinem.

Akan tetapi, kata dia, beberapa bulan kemudian, nomor telepon tersebut tidak bisa dihubungi kembali sehingga komunikasi dengan Warsinem terputus total hingga sekarang.

Kepala Desa Derik Didik Sunaryo mengatakan bahwa pihaknya pernah melaporkan kasus yang menimpa Warsinem kepada Bupati Banjarnegara dan DPRD setempat pada tahun 2006. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.

Sementara adik Warsinem, Yuliati (20), mengatakan bahwa petugas dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menelepon pada tanggal 7 Juli 2012 dan mengabarkan jika lembaga ini sedang melacak keberadaan kakaknya di Arab Saudi.

(KR-SMT/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga