Selasa, 30 September 2014

Dubes: perusahaan tekstil China akan relokasi pabrik ke RI

Senin, 20 Agustus 2012 21:03 WIB | 5.930 Views
Dubes: perusahaan tekstil China akan relokasi pabrik ke RI
Imron Cotan. (surabaya.china-consulate.org)
Iklim investasi Indonesia yang kondusif dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, merupakan alasan mereka untuk merelokasikan pabriknya ke Indonesia,"
Beijing (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengungkapkan dua perusahaan tekstil China berencana merelokasikan pabriknya ke Indonesia.

"Iklim investasi Indonesia yang kondusif dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, merupakan alasan mereka untuk merelokasikan pabriknya ke Indonesia," katanya, saat ditemui ANTARA saat ramah tamah Idul Fitri 1433 H dengan para wakil negara-negara ASEAN dan OKI di Beijing, kemarin.

Minat para pengusaha tersebut disampaikan pada forum pertemuan rutin Aigo Entrepreneurs Alliance (AEA). AEA merupakan kelompok gabungan pengusaha papan atas RRT yang didirikan tahun lalu oleh Ketua Aigo Digital Feng Chun, di Shanghai pada Sabtu (18/8).

Dalam forum yang dihadiri 1.000 pengusaha berpengaruh China itu, Imron mengatakan KBRI Beijing dan seluruh perwakilan Indonesia di Republik Rakyat Tiongkoksiap membantu dan memfasilitasi calon investor China yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Dubes RI menyatakan di tengah berlanjutnya krisis utang Eropa dan pelemahan ekonomi Amerika, perekonomian dunia mau tidak mau bertumpu pada Asia yang kinerja ekonominya relatif lebih stabil.

"Apalagi pada saat ini, di Asia terdapat beberapa negara yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia termasuk China. Sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia, kemunculan China sebagai negara sumber investasi menjadi tidak terelakkan. Hal ini didukung dengan adanya kebijakan `go global` yang mendorong ekspansi perusahaan-perusahaan China keluar negeri," katanya.

Imron menegaskan sebagai salah satu negara mitra strategis China, Indonesia merupakan negara tujuan investasi yang tepat dengan "return of investment" yang tinggi.

Kondisi itu antara lain ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil berkisar enam hingga tujuh persen, ketersediaan bahan baku, tenaga kerja terdidik, pasar yang besar, dan jumlah kelas menengah yang cukup besar, "purchasing power parity" yang relatif tinggi, serta pemerintah yang stabil.

Peningkatan status "investment grade" Indonesia yang diberikan oleh tiga "international rating agencies" yaitu the Fitch, the Moody`s, dan Japan International Rating Agency semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan tersebut.

"Situasi dalam negeri yang kondusif dan serangkaian kebijakan penanaman modal yang menawarkan berbagai fasilitas menarik turut menambah nilai lebih Indonesia sebagai negara destinasi investasi," tuturnya.

Dubes RI menekankan Pemerintah RI saat ini membuka pintu seluas-luasnya untuk calon investor asing termasuk dari China yang tertarik berpartisipasi dalam Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Dalam kurun waktu 2011-2025, MP3EI memerlukan dana sebanyak 600 miliar dolar AS.

Sebagai kelompok gabungan pengusaha terkemuka RRT, AEA mempunyai misi untuk memperluas investasi mereka di dunia termasuk Asia. Indonesia merupakan negara di Asia yang dipandang mempunyai potensi investasi yang besar.

Sebagai tindak lanjut dari forum ini, delegasi pengusaha AEA akan kembali berkunjung ke Indonesia pada pertengahan September 2012 guna merealisasikan investasi di Tanah Air. Selain Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
(R018/A013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga