Senin, 22 Desember 2014

Kapolda kumpulkan tokoh masyarakat untuk redam konflik

| 4.067 Views
id bentrok polisi dan warga, warga sigi, bentrok antardesa, kapolda sulteng, Brigjen Pol Dewa Parsana
Kapolda kumpulkan tokoh masyarakat untuk redam konflik
Brigjen Pol Dewa Parsana (ANTARA/Basri Marzuki)
Polisi hanya bertugas mengamankan dan memberikan fasilitas,"
Palu (ANTARA News) - Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana akan mengumpulkan tokoh masyarakat yang ada di sejumlah desa di Kabupaten Sigi yang terlibat konflik guna meredam bentrok susulan.

Dewa Parsana di Sigi, Senin, mengatakan saat ini pihaknya belum bisa menemukan tokoh desa atau kepala desa agar bisa menghentikan pertikaian antarwarga.

Menurutnya, konflik antarwarga itu lebih tepat diselesaikan oleh tokoh adat atau kepala desa yang mengerti kondisi warganya.

"Polisi hanya bertugas mengamankan dan memberikan fasilitas," katanya.

Dia juga berharap bentrok tidak meluas dengan mengatasnamakan suku atau agama tertentu.

Warga di Kecamatan terdiri dari suku Kaili namun terdiri dari subetnis yang memiliki bahasa yang berbeda.

Saat ini bentrok sudah melibatkan warga dari lima desa berbeda, padahal awalnya hanya melibatkan dua desa bertetangga yakni Padende dan Binangga.

Bentrok bermula dari seorang warga yang dihadang saat melintas di Desa Beka. Korban penghadangan itu kemudian melapor ke rekannya, dan terjadilah bentrokan.

Bentrok telah menimbulkan seorang korban tewas, dan sejumlah rumah terbakar.

Warga terlibat bentrok mempersenjatai diri dengan tombak, parang, panah, bom molotov, dan senjata api rakitan.

Dewa Parsana juga mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing emosi agar tidak menjadi korban bentrok.

Dia juga meminta masyarakat untuk masuk ke dalam rumah masing-masing karena situasi sudah kondusif.

Saat ini sekitar 300 personel polisi dan TNI masih bersiaga di titik-titik tertentu yang diduga bisa terjadi konflik.

Lokasi bentrok sendiri hanya berjarak ratusan meter dari Polsek Marawola dan Koramil Marawola. (R026/N005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga