Jumat, 24 Oktober 2014

Wartawan Jepang terbunuh di Suriah

| 2.209 Views
id jurnalis jepang meninggal, konflik suriah, jurnalis terbunuh di suriah, mika yamamoto
Beirut/Tokyo (ANTARA News) - Seorang jurnalis perempuan Jepang meninggal akibat tertembak saat terjadi baku tembak antara tentara Suriah dengan pemberontak Aleppo pada Selasa.

Adalah Mika Yamamoto, jurnalis perempuan berusia 45 tahun. Yamamoto menjadi warga negara Jepang yang pertama kali terbunuh dalam konflik berkepanjangan selama 17 bulan ini.

"Sangat disayangkan seorang jurnalis Jepang telah tertembak dan meninggal. Kami tidak bisa menerima aksi seperti itu, dan kami juga menyampaikan turut berduka cita bagi yang ditinggalkan," ungkap Sekretaris Cabinet Osamu Fujimura, seperti dikutip dari Reuters.

Yamamoto bekerja untuk Japan Press, sebuah jaringan berita independen yang bermarkas si Tokyo. Ia ditemukan terluka parah ketika tengah berkeliling bersama tentara pembebasan Suriah, menurut salah satu ofisial Kementerian Luar Negeri Jepang.

Dalam sebuah wawancara via telepon dengan salah satu program berita televisi Jepang, rekan Yamamoto yang juga merupakan jurnalis Japan Press dan ikut berkeliling bersamanya, Kazutaka Sato mengungkapkan Yamamoto tertembak oleh salah satu pasukan pemerintah.

"Kami melihat sekumpulan orang yang berkamuflase mendatangi kami. Mereka mengaku sebagai pasukan pemerintah, dan mulai menembaki kami secara membabi buta. Mereka berada hanya 20 atau 30 meter dari kami," tutur Sato.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengungkapkan bentrokan tersebut terjadi di distrik Suleimaniya di Aleppo. Hingga saat ini Japan Press belum mengeluarkan pernyataan mengenai Yamamoto, yang juga pernah ditugaskan ke beberapa daerah konflik seperti Afganistan saat masih dikuasai Taliban dan perang Irak pada 2003.

Yamamoto adalah salah satu penerima anugerah Vaughn-Ueda yang diberikan oleh Asosiasi Harian, Penerbit dan Editor Jepang karena reportasenya di Irak. Persyaratan penerima anugerah Vaughn-Ueda dibuat mengikuti penghargaan Pulitzer.

Aktivis Suriah juga mengungkapkan beberapa jurnalis lainnya, seperti asal Lebanon, Turki, dan Arab, telah menghilang di Aleppo. Tertembaknya Yamamoto ini semakin menegaskan tidak adanya keamanan yang menjamin kerja jurnalis untuk meliput konflik Suriah.

Menurut organisasi Reporters Without Borders, Suriah dan Somalia menduduki peringkat teratas sebagai negara paling berbahaya bagi media massa tahun ini, denga lima jurnalis dan tiga asisten media terbunuh di Suriah pada awal Agustus di Suriah dan delapan jurnalis terbunuh di Somalia.

Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang tengah bersitegang dengan pemberontak sejak 17 bulan lalu, menggunakan helikopter perang yang dilengkapi perlengkapan tembak untuk melawan para pemberontak. Sementara para pemberontak menggunakan tank, konvoi militer, dan bangunan-bangunan.

Setidaknya, sudah 18 ribu orang yang terbunuh di Suriah sejak revolusi anti-Assad dimulai. Dan setidaknya 170 ribu penduduk telah meninggalkan Suriah, dan menurut PBB, ada 2,5 juta penduduk Suriah yang membutuhkan bantuan.

(Feb)

Penerjemah: Febriany Dian Aritya Putri

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga