Minggu, 21 September 2014

Tidak disiplin perparah kemacetan jalur mudik

Selasa, 21 Agustus 2012 14:22 WIB | 3.467 Views
Tidak disiplin perparah kemacetan jalur mudik
Pemudik bersepeda motor dari arah Jakarta melintas di Bekasi, Selasa malam (14/8). Saban Lebaran, jutaan pemudik bersepeda motor dengan muatan berlebihan dan bisa membahayakan keselamatan jiwa selalu memenuhi jalan dari Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan sebagian Jawa Timur dan Lampung. Menurut data, kali ini diperkirakan pemudik bersepeda motor meningkat 27,6 persen dibanding tahun lalu, menjadi 1.533.340 pengendara. (FOTO ANTARA/Dian Dwi Saputra)
Bandung (ANTARA News) - Tidak disiplin berlalu-lintas oleh pemudik --terutama bersepeda motor-- memperparah kemacetan di jalur-jalur mudik Lebaran. Saling serobot, tidak mengindahkan aba-aba polisi lalu-lintas, menentang arus, dan sebagainya masih jadi kebiasaan buruk di jalan. 

Lebih buruk lagi vandalisme dan merusak fasilitas umum yang dibiayai negara. Contohnya merusak barikade putaran balik terbuat dari besi! Itu semua dilakukan orang-orang di jalan, semata supaya cepat sampai kampung tapi malah makin lama karena bikin macet tambah parah.

"Itu jelas sangat membahayakan, baik pemudik maupun kendaraan dari awah berlawanan. Pemudik bersepeda motor harus lebih sabar dan disiplin agar selamat sampai tujuan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Bandung, Selasa.. 

"Di jalur Pantura terutama. Kemacetan juga karena mereka mengemudi secara zigzag di sela-sela kemacetan, tidak disiplin mengantri giliran lewat. Kami selalu mengevaluasi cara mengatur lalu-lintas terutama terkait Operasi Ketupat," katanya 
 
Polisi setempat sudah berusaha sekuat tenaga, duapertiga kekuatan dikerahkan untuk "mengawal" mudik dan arus balik ini makin aman, nyaman, dan bebas dari kecelakaan lalu-lintas atau kejahatan di jaan. 

Termasuk menyelidiki berbagai kemungkinan jaur alternatif yang bisa ditempuh pemudik agar kemacetan bisa diurai. Prinsipnya, semakin lancar maka semakin baik. 

Terkait kecelakaan yang cenderung makin banyak terjadi pada pemudik bersepeda motor, Sitompul mengulas, "Sepeda motor tidak cocok untuk bagasi berlebih, kecelakaan lalu lintas sebagian besar akibat kelebihan beban berlebihan ini, baik jumlah yang naik motor atau barang yang dibawa."

Karena kelebihan beban, keseimbangan kendaraan tergangggu. Lebih buruk lagi karena pengendaranya kelelahan, dan menjadi kurang waspada, serta faktor cuaca.

"Sebagian besar faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah faktor kelalaian pengendara sehingga tidak bisa mengantisipasi, sebagian besar melibatkan pengendara sepeda motor," katanya.

Operasi Ketupat di Jawa barat mencatat, ada 239 kejadian yang menewaskan 52 orang, 90 luka berat, 177 luka ringan, serta mengakibatkan kerugian materil senilai Rp485,75 juta.

Jumlah kecelakaan tertinggi di wilayah Garut sebanyak 37 kejadian, Subang (23), Kota Bandung (27) dan Kota Cirebon (22). H+2, atau Senin (20/8), terjadi 17 kecelakaan lalu lintas di Jabar dan menewaskan lima orang, 17 luka berat dan 23 orang luka ringan. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga