Helsinki (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Helsinki, Senin (20/8), menegaskan bahwa dalam konflik Suriah semua pihak harus duduk di meja perundingan dan mengadakan dialog --satu-satunya cara menyelesaikan konflik itu.

Rusia merupakan negara yang "mendukung" pemerintahan Bashar al-Asaad di Suriah bersama China. Rusia dan China anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Atas undangan Menteri Luar Negeri Finlandia, Erkki Tuomioja, Lavrov tiba di Helsinki, Senin, untuk kunjungan satu hari di Finlandia.

Dalam taklimat yang diselenggarakan setelah pertemuan dengan Tuomioja, Lavrov menegaskan kedua pihak dalam konflik Suriah mesti terus menahan diri dan menghindari penggunaan kekerasan.

Pada saat yang sama, ia menolak usul memberlakukan "zona larangan terbang" di Suriah, gagasan yang diajukan Turki, sebagaimana laporan Xinhua. Ia menyatakan tak ada tindakan sepihak yang akan memberi hasil.

Tuomioja juga menyatakan dalam situasi tak satu pun negara Eropa mendukung usul itu, penetapan zona larangan terbang di Suriah tampaknya tidak realistis.

Pada Senin, Presiden Finlandia, Sauli Niisnisto, dan Perdana Menteri Finlandia, Jyrki Katainen, masing-masing, bertemu dengan Lavrov, dan bertukar pendapat dengan dia, tentang beberapa masalah penting internasional, terutama krisis Suriah.

(C003)