Rabu, 3 September 2014

Roket Afghanistan hancurkan pesawat panglima militer Amerka Serikat

Selasa, 21 Agustus 2012 18:20 WIB | 7.332 Views
Roket Afghanistan hancurkan pesawat panglima militer Amerka Serikat
Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Martin Dempsey. C-17 Globemaster III yang membawa dia dan rombongan ke Afghanistan diserang luncuran roket di Pangkalan Udara Amerika Serikat Bagram, Afghanistan. (thirdage)
Bagram, Afghanistan (ANTARA News) - Satu serangan roket ke pangkalan udara di Afghanistan, Selasa pagi, menghancurkan pesawat yang digunakan Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Martin Dempsey. Tidak ada korban jiwa kecuali dua petugas perawatan pesawat itu cidera.

Dua serangan roket gerilyawan menghantam pangkalan udara Bagram, satu di antaranya menghancurkan pesawat C-17 Globemaster III yang digunakan Dempsey, yang kemudian meninggalkan pangkalan itu menggunakan pesawat lain.

Pecahan dari peluru roket itu menghantam pintu pesawat yang sedang diparkir di landas pacu, dengan dua awak pemeliharaan menderita luka ringan akibat serangan itu, kata juru bicara Dempsey, Kolonel Dave Lapan.

Roket-roket itu tidak menimbulkan ancaman pada keselamatan Dempsey atau stafnya, yang tidur di markas-markas mereka pada saat insiden Selasa pagi itu, kata para perwira.

Seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO menyebut roket itu menghntam pesawat jenderal itu sebagai satu tembakan yang mujur.

"Ada pesawat C-17 dan sejumlah pesawat C-17 lain di bandara itu," katanya, kepada AFP.

"Tembakan yang tidak langsung itu adalah hal biasa di Bagram dan sama sekali tidak ada indikasi bahwa itu satu serangan yang khusus ditargetkan pada pesawat itu," kata juru bicara itu.

Dempsey telah tiba di Kabul untuk bertemu dengan para komandan pasukan NATO dan para pejabat penting Afghanistan di tengah-tengah meningkatnya serangan pasukan keamanan Afghanistan terhadap kolega-kolega internasional mereka.

Sejumlah 10 tentara sebagian besar Amerika Serikat, tewas ditembaki sekutu-sekutu Afghanistan mereka dalam dua pekan belakangan ini, dan serangan-serangan itu menimbulkan hampir satu dalam setiap empat kematian paukan koalisi dapam perang itu bulan ini.

Jumlah 40 orang tewas sejauh ini merupakan 13 persen dari seluruh korban tewas pasukan koalisi internasional pada 2012.

Serangan-serangan itu telah mengacaukan pasukan internasional, yang digembar gemborkna kemitraannya dengan pasukan Afghanistan sebagai kunci bagi penarikan pasukan tempur dalam dua tahun ke depan.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang berbicara melalui telepon dengan Dempsey sebelum serangan itu ketika ia berada di Kabul, Senin, mengatakan AS mengawasi peningkatan serangan dalam pasukan koalisi dengan sangat cemas, dan mengemukakan kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Putih " Tentu kami akan bekerja keras lagi."

NATO menyalahkan insiden-insiden itu pada perbedaan-perbedaan budaya, dendam pribadi yang turun temurun dan proganda kelompok garis keras Islam.

Pihak berwenang Afghanistan memberlakukan syarat lebih keras bagi pengrekrutan dan NATO meningkatkan kontra-intelijen tetapi tindakan-tindakan itu gagal membendung masalah itu.

NATO mengerahkan sekitar 130.000 tentara yang memerangi gerilyawan Taliban, tetapi mereka menurut rencana akan mundur pada 2014 dan kini meningkatkan kerja sama dengan Afghanistan, berupa pelatihan kepada militer dan polisi Afghanistan, yang akan mengambil alih tugas keamanan dari apsukan koalisi.

Dempsey, dalam kujungan pertama dalam lawatannya ke Afghanistan dan Irak, mengatakan aksi kekerasan dalam dalam pasukan Afghanistan dan koalisi tidak akan menghambat jadwal bagi penarikan pasukan atau penekanan koalisi pada kerja sama dengan pengrekrutan Afghanistan.

Tetapi jumlah serangan yang meninnkat kemungkinan akan memperkuat tekanan dalam negara-negara NATO bagi pengunduran lebih awal dari konflik yang tidak populer itu, kini hampir 11 tahun dan perang terlama Amerika itu.

(H-RN/Z002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga